Nasional . 16/08/2026, 21:43 WIB
Penulis : Esnoe Faqih Wardhana | Editor : Esnoe Faqih Wardhana
fin.co.id - Tim gabungan masih bersiaga di kawasan Gunung Bromo untuk mengantisipasi kemunculan titik asap baru setelah sejumlah titik api berhasil dipadamkan. Petugas tetap melakukan pemantauan karena sisa bara berpotensi tersimpan di dalam humus atau lapisan tanah paling atas.
Komandan Sektor (Dansektor) Penanganan Karhutla Wilayah Korem 083/Baladhika Jaya, Kolonel Inf Wahyu Ramadhanus Suryawan, mengatakan kondisi kebakaran secara umum sudah terkendali. Namun, petugas belum menghentikan pemantauan karena bara yang berada di dalam tanah masih dapat memunculkan asap atau titik api kembali.
"Kami tetap melakukan pemantauan karena bara api dapat tersimpan di dalam tanah," kata dia dalam keterangan resmi yang diterima di Kota Malang, Jawa Timur, Minggu, 16 Agustus 2026.
Wahyu menjelaskan, potensi kemunculan titik asap baru masih menjadi perhatian tim gabungan. Sisa bara dapat bertahan di dalam humus atau lapisan tanah paling atas sehingga petugas perlu terus memeriksa kondisi kawasan.
Sementara itu, pihak berwajib masih menyelidiki penyebab awal munculnya titik api di kawasan Gunung Bromo. Wahyu mengatakan pihaknya belum ingin menyampaikan kesimpulan sebelum proses penyelidikan selesai.
"Untuk penyebab kebakaran kami masih menunggu proses penyelidikan, khususnya dari Polri dan kami tidak ingin menyampaikan secara prematur. Namun, berdasarkan analisa sementara faktor alam kemungkinan kecil karena kondisi kawasan cukup dingin, terutama di ketinggian," ujar dia.
Secara keseluruhan, tim gabungan telah memadamkan titik api yang sempat membakar sejumlah lokasi di kawasan Gunung Bromo. Salah satu wilayah yang sempat mengalami kebakaran berada di Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur.
Hingga saat ini, petugas tidak menemukan indikasi asap maupun titik api baru di wilayah tersebut. Meski begitu, tim tetap menjaga kesiapsiagaan untuk mengantisipasi kemungkinan bara kembali memunculkan api.
Selain Kabupaten Probolinggo, petugas juga menemukan titik api di wilayah Kabupaten Pasuruan. Kebakaran berada di Bongkah dan meluas ke sejumlah kawasan, mulai dari Bukit Dingklik, Punggu Naga, Pakis Bincis, Bukit Cinta, hingga Bukit Kingkong.
Tim gabungan melakukan pemadaman melalui operasi darat dan water bombing. Kedua metode tersebut menjadi bagian dari upaya terpadu untuk menjangkau titik-titik kebakaran di kawasan dengan kondisi medan yang berbeda.
Wahyu menjelaskan, petugas lebih mudah menangani wilayah yang relatif datar. Sebaliknya, medan berupa perengan atau area berkemiringan serta lokasi berketinggian menjadi kendala utama dalam proses pemadaman.
"Kalau wilayahnya datar relatif mudah kami tangani, kendala utama adalah perengan (area berkemiringan) dan ketinggian dimana ketika air dijatuhkan dari atas tidak sampai ke titik api, sementara dari bawah juga sulit menjangkaunya," katanya.
Kondisi medan tersebut membuat petugas harus menyesuaikan metode penanganan. Air dari operasi water bombing tidak selalu mencapai titik api yang berada di area sulit, sementara petugas dari jalur bawah juga menghadapi keterbatasan untuk menjangkau lokasi tersebut.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media