Nasional

17 Penerjun Kopassus Terjun dari 10.000 Kaki, Bendera Raksasa Berkibar di Langit Monas

Sebanyak 17 penerjun Kopassus menuntaskan misi "Victory Jump" dari ketinggian 10.000 kaki dan mendarat sempurna di Monas.

17 Penerjun Kopassus Terjun dari 10.000 Kaki, Bendera Raksasa Berkibar di Langit Monas
Sebanyak 17 penerjun Kopassus menuntaskan misi "Victory Jump" dari ketinggian 10.000 kaki.

fin.co.id - Sebanyak 17 penerjun dari Komando Pasukan Khusus (Kopassus) TNI Angkatan Darat berhasil menuntaskan misi penerjunan "Victory Jump" dari ketinggian 10.000 kaki hingga mendarat sempurna di area Lapangan Silang Monumen Nasional (Monas), Jakarta, Senin, 17 Agustus 2026.

Aksi tersebut menjadi salah satu atraksi dalam rangkaian upacara kemerdekaan HUT ke-81 Republik Indonesia yang berlangsung di Istana Merdeka.

Keseluruhan aksi penerjun, mulai dari persiapan hingga pendaratan, disiarkan langsung dan dinarasikan oleh dua pembawa acara, yaitu Letnan Satu Infanteri Reyhan dan Sersan Mayor Dessy. Keduanya memandu jalannya aksi para penerjun Kopassus hingga seluruh personel menyelesaikan misi dengan selamat.

Penerjunan Dimulai dari Ketinggian 10.000 Kaki

Atraksi terjun payung dari para penerjun terbaik Kopassus diawali dengan perintah operasi yang diberikan oleh Komandan Satuan Penanggulangan Teror 81 (Dansat 81) Kopassus Kolonel Inf. Subandi. Setelah menerima perintah tersebut, para penerjun menjalankan misi "Victory Jump" sebagai bagian dari peringatan HUT ke-81 RI.

Penerjunan berlangsung tepat pukul 09.19 WIB dari pesawat CN-295 yang terbang pada ketinggian 10.000 kaki dari permukaan laut. Dari ketinggian tersebut, para penerjun kemudian melakukan sejumlah manuver sebelum mengarahkan penerbangan menuju area pendaratan di Lapangan Silang Monas.

Empat penerjun pertama mengawali aksi dengan melayang-layang di ketinggian sambil mengibarkan bendera logo HUT ke-81 RI "Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur". Aksi tersebut menjadi pembuka atraksi sebelum penerjun berikutnya membawa bendera berukuran lebih besar.

Kemudian, penerjun berikutnya mengibarkan bendera raksasa dengan foto Presiden RI Prabowo Subianto. Pengibaran bendera tersebut menjadi salah satu bagian yang menarik perhatian dalam aksi terjun payung di atas kawasan Monas.

Bendera Raksasa Berkibar di Langit Monas

Pengibaran bendera dengan foto Presiden Prabowo, sebagaimana disampaikan oleh pembawa acara, merupakan wujud kebanggaan Kopassus terhadap sosok Presiden RI. Semasa menjabat sebagai Komandan Jenderal (Danjen) Kopassus, prajurit-prajurit Kopassus TNI AD pernah memecahkan rekor terjun payung canopy relative work (CRW) 17 susun tegak tingkat Asia-Australia pada tahun 1997.

Aksi berikutnya, para penerjun Kopassus mengibarkan bendera Merah Putih berukuran raksasa di atas langit Monumen Nasional. Bendera tersebut berkibar ketika para prajurit masih melakukan penerbangan sebelum menyelesaikan misi dan menuju titik pendaratan.

Kemudian, payung penerjun lanjut membentuk formasi one line. Formasi tersebut menjadi manuver para prajurit saat melakukan infiltrasi ke daerah sasaran.

Formasi itu dipimpin seorang leader yang akan mendarat lebih dulu, diikuti dengan penerjun-penerjun lain yang mengantre di belakangnya. Dengan formasi tersebut, para penerjun mengatur posisi hingga kemudian mendekati area pendaratan di Lapangan Silang Monas.

Seluruh Penerjun Mendarat Sempurna

Selepas beberapa menit bermanuver di udara, para penerjun mendarat satu per satu di Lapangan Silang Monas. Tiap sesi pendaratan, kedua pembawa acara menyambut mereka dengan ucapan "Happy Landing".

Berita Terkait