Nasional . 19/08/2026, 09:28 WIB
Penulis : Afdal Namakule | Editor : Afdal Namakule
fin.co.id - Pemerintah telah mengirimkan 253 ton bantuan logistik untuk masyarakat terdampak bencana di Nusa Tenggara Timur (NTT) hingga hari kelima penanganan. Bantuan tersebut terus dikirim untuk memenuhi kebutuhan warga di sejumlah wilayah terdampak.
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya mengatakan, pengiriman bantuan dilakukan sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto yang meminta seluruh jajaran pemerintah mempercepat proses pengiriman dan distribusi logistik.
Teddy menyebut lima pesawat kembali diterbangkan dari Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma pada pukul 04.00 WIB. Pesawat-pesawat tersebut membawa total 65 ton logistik menuju NTT.
"Yang pertama, atas instruksi Bapak Presiden, hari ini, hari kelima pascabencana, tanggal 19 Agustus 2026, jam 4 pagi kembali diberangkatkan lima pesawat menuju NTT, hari ini total membawa 65 ton logistik. Jadi, sejak hari pertama 27 ton sampai dengan hari kelima ini sudah terangkut 253 ton logistik," ujar Teddy lewat keterangan pers, Rabu 19 Agustus 2026.
Bantuan yang dikirimkan mencakup berbagai kebutuhan dasar masyarakat, mulai dari makanan dan minuman hingga tenda serta perlengkapan kesehatan. Logistik lainnya juga disiapkan sesuai kebutuhan warga yang terdampak bencana.
Untuk mempercepat penyaluran, pemerintah mendirikan dua posko utama di Labuan Bajo dan Maumere. Posko Labuan Bajo menjadi titik distribusi bantuan untuk wilayah Manggarai dan Ngada.
Sementara itu, bantuan yang tiba di Posko Maumere akan disalurkan ke sejumlah daerah, yakni Sikka, Ende, dan Nagekeo.
Distribusi bantuan dilakukan menggunakan berbagai jalur transportasi. Selain melalui jalur darat dan laut, pemerintah mengoptimalkan pengiriman lewat udara dengan dukungan helikopter, pesawat Cassa, hingga pesawat berukuran lebih kecil.
Untuk distribusi melalui laut, tiga kapal perang Republik Indonesia (KRI) milik TNI Angkatan Laut telah berada di wilayah terdampak. Satu kapal rumah sakit juga disebut hampir tiba dan berlabuh di kawasan tersebut.
Sementara akses darat ke wilayah terdampak mulai kembali normal. Teddy menyebut seluruh jalur darat telah dapat dilalui sejak hari kedua penanganan bencana.
"Laporan dari Menteri PU (Dody Hanggodo), seluruh jalur darat sudah dapat dilewati sejak hari kedua," kata Teddy.
Pemerintah masih terus memantau proses penanganan bencana dan distribusi bantuan agar kebutuhan masyarakat dapat segera terpenuhi.
"Terima kasih kepada seluruh aparat yang bertugas, kepada warga, kepada relawan, kepada siapa pun yang turut membantu penanganan bencana ini sehingga logistik dapat terkirim secepat mungkin dan dapat dirasa manfaatnya secepat mungkin oleh warga yang terdampak," katanya. *
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media