Iran Siapkan Skenario Perang Baru, Aset Militer AS di Eropa Jadi Target
Iran tengah menyiapkan sejumlah skenario untuk memperluas konflik hingga ke luar kawasan Timur Tengah apabila Amerika Serikat (AS) kembali meningkatkan eskalasi perang.
fin.co.id - Iran tengah menyiapkan sejumlah skenario untuk memperluas konflik hingga ke luar kawasan Timur Tengah apabila Amerika Serikat (AS) kembali meningkatkan eskalasi perang.
Laporan Financial Times pada Rabu menyebut, salah satu opsi yang sedang dikaji Teheran adalah menyerang fasilitas atau aset militer AS yang berada di sejumlah negara Eropa.
Informasi tersebut diperoleh Financial Times dari dua sumber yang disebut dekat dengan pemerintahan Iran. Pasukan Iran dilaporkan telah mempelajari kemungkinan menyerang aset AS di kawasan Eropa tenggara, termasuk Bulgaria.
Bulgaria menjadi perhatian karena pada bulan lalu menyetujui penggunaan Pangkalan Udara Bezmer untuk pesawat pengisian bahan bakar milik militer AS.
Baca Juga
Siprus Juga Masuk Pertimbangan
Selain Bulgaria, Siprus disebut masuk dalam daftar lokasi yang berpotensi menjadi sasaran apabila AS kembali melakukan serangan terhadap Iran.
Salah satu sumber mengatakan pangkalan udara Inggris yang berada di Siprus sebelumnya pernah menjadi sasaran serangan pesawat nirawak pada Maret.
Iran juga dilaporkan tengah mempertimbangkan opsi lain di kawasan strategis Timur Tengah. Salah satunya adalah kemungkinan menargetkan kabel serat optik bawah laut yang berada di Selat Hormuz apabila konflik kembali meningkat.
Salah satu sumber mengatakan kepada Financial Times bahwa Teheran tengah mempersiapkan berbagai alternatif untuk memperluas konflik apabila Trump benar-benar menjalankan ancamannya menyerang infrastruktur Iran.
"Jika AS bertindak terlalu jauh, Iran akan mempertahankan diri dengan cara apa pun, melampaui kawasan dan menyerang Eropa juga," kata sumber tersebut.
Baca Juga
Ketegangan Selat Hormuz Meningkat
Laporan mengenai opsi serangan tersebut muncul ketika pembicaraan mengenai pembukaan kembali Selat Hormuz belum menunjukkan perkembangan berarti. Pada saat yang sama, peluang dimulainya kembali negosiasi antara Teheran dan Washington semakin menipis.
Presiden AS Donald Trump pada Selasa bahkan menyatakan tidak ada komunikasi yang tengah berlangsung dengan Iran.
"tidak ada pembicaraan atau percakapan yang sedang berlangsung maupun yang telah dijadwalkan" dengan Teheran.
Sementara itu, pejabat militer Iran sebelumnya telah memberikan peringatan bahwa pangkalan militer yang digunakan untuk melancarkan serangan terhadap wilayah Iran dapat diperlakukan sebagai sasaran.