Nasional

Karhutla Makin Ganas, Menkeu Didesak Segera Cairkan Anggaran Darurat Rp290 Miliar

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali mengganas di sejumlah wilayah. Dampaknya tak lagi sebatas lahan terbakar, tetapi mulai mengganggu kesehatan, pendidikan, transportasi hingga aktivitas ekonomi masyarakat.

Karhutla Makin Ganas, Menkeu Didesak Segera Cairkan Anggaran Darurat Rp290 Miliar
Foto ilustrasi kalhutla (istimewa)

fin.co.id - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali mengganas di sejumlah wilayah. Dampaknya tak lagi sebatas lahan terbakar, tetapi mulai mengganggu kesehatan, pendidikan, transportasi hingga aktivitas ekonomi masyarakat.

Di tengah kondisi tersebut, Anggota Komisi IV DPR RI Rajiv mendesak Kementerian Keuangan segera mencairkan anggaran darurat sebesar Rp290 miliar. Dana tersebut dinilai penting untuk memperkuat operasi pencegahan sekaligus penanganan karhutla yang terus bermunculan.

Rajiv menilai penanganan karhutla tidak bisa dilakukan dengan cara biasa. Apalagi, kondisi cuaca kering akibat fenomena El Nino berpotensi memperparah penyebaran api dan kualitas udara.

"Karhutla saat ini telah berdampak pada kesehatan, pendidikan, transportasi hingga aktivitas ekonomi. Nah, kondisi itu diperparah cuaca kering karena fenomena El Nino," kata Rajiv dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Sabtu 22 Agustus 2026.

Menurut Rajiv, pemerintah harus mengambil langkah luar biasa untuk menghentikan dampak karhutla. Penanganan tidak boleh berhenti ketika api berhasil dipadamkan, tetapi harus dilanjutkan dengan pemulihan kawasan yang terdampak.

Salah satu langkah yang dinilai penting adalah melakukan penanaman kembali di kawasan hutan dan lahan yang terbakar. Upaya tersebut diperlukan agar kerusakan ekosistem akibat karhutla tidak semakin parah.

Di sisi pencegahan, Rajiv meminta patroli terpadu di wilayah rawan diperketat. Sosialisasi mengenai larangan pembakaran lahan juga harus digencarkan, baik kepada masyarakat maupun korporasi.

Karhutla Muncul di Sejumlah Wilayah Kalimantan

Desakan pencairan anggaran tersebut disampaikan setelah sejumlah titik karhutla kembali muncul di Kalimantan.

Mengacu pada data BNPB per Jumat 21 Agustus, Rajiv menyebut kebakaran masih terjadi di sejumlah daerah. Di Kabupaten Paser, Kalimantan Timur, titik api kembali ditemukan di Kecamatan Tanah Grogot, Batu Sopang, dan Batu Engau.

Total luas lahan yang terbakar di wilayah tersebut mencapai sekitar 25,29 hektare.

Karhutla juga terjadi di Kabupaten Kutai Kartanegara. Kebakaran tercatat di Kecamatan Loa Kulu, Tenggarong, Kelurahan Pendingin, Kecamatan Sanga-Sanga, Kecamatan Muara Muntai, Muara Jawa, serta Kota Bangun.

Pada hari tersebut, total luas lahan yang terbakar di Kutai Kartanegara mencapai 49,55 hektare. Area dengan kebakaran terluas berada di Kelurahan Pendingin dengan luas sekitar 42 hektare.

Rajiv juga menegaskan penanganan karhutla harus dibarengi dengan penegakan hukum. Penyebab kebakaran harus ditelusuri sehingga pihak yang terbukti bertanggung jawab dapat diproses sesuai ketentuan.

"Penegakan hukum harus berjalan dan terukur sambil berjalan dengan upaya pemulihan karhutla," katanya.

Berita Terkait