Nasional . 24/08/2026, 17:58 WIB
Penulis : Mihardi | Editor : Mihardi
fin.co.id - Presiden Prabowo Subianto mengambil langkah tegas dalam menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Riau. Ia meminta dugaan keterlibatan korporasi dalam aksi pembakaran lahan diusut hingga tuntas.
Instruksi tersebut disampaikan Prabowo saat memimpin rapat terbatas bersama jajaran pemerintah daerah dan pejabat terkait di Pekanbaru, Riau, Senin, 24 Agustus 2026.
Sebelum rapat, Prabowo meninjau langsung kawasan terdampak karhutla di Kabupaten Kampar. Dari udara, Presiden melihat sejumlah wilayah yang masih diselimuti asap serta lahan yang terdampak kebakaran.
Dalam rapat tersebut, Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan memaparkan temuan terkait dugaan keterlibatan korporasi dalam aksi pembakaran lahan.
Menurut Herry, terdapat tiga orang yang telah diamankan dan diduga menjadi pelaku pembakaran. Ketiganya disebut menggunakan modus berpura-pura memancing untuk masuk ke kawasan yang menjadi sasaran.
"Ada tiga orang pelaku karhutla yang diduga didalangi oleh korporasi," kata Herry saat memberikan laporan kepada Presiden Prabowo.
Ia menjelaskan, para pelaku diduga mendatangi sebuah lahan dengan alasan memancing. Setelah berada di lokasi, mereka kemudian melakukan pembakaran meski lahan tersebut bukan milik mereka.
"Modusnya mereka datang ke suatu lahan, pura-pura mancing, lalu membakar lahan tersebut. Padahal mereka tidak punya lahan di situ, diduga ada korporasi (dalangnya). Saat ini masih dilakukan pengembangan," kata Herry.
Prabowo Minta Kasus Dibawa ke Jakarta
Mendengar laporan tersebut, Prabowo meminta agar penyelidikan tidak hanya dilakukan di tingkat daerah. Ia menginstruksikan agar kasus tersebut ditangani langsung di tingkat pusat.
"Saya minta, nanti bawa ke Jakarta. Kapolri, ambil alih, dibantu juga oleh BIN," tegas Prabowo di hadapan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dan jajaran Forkopimda Riau.
Langkah tersebut dimaksudkan untuk memastikan proses pengusutan berjalan secara menyeluruh dan tidak berhenti pada pelaku lapangan.
Prabowo juga menegaskan pemerintah tidak akan memberikan toleransi kepada korporasi yang terbukti terlibat dalam pembakaran hutan dan lahan.
"Siapapun korporasinya, kalau ada sedikit saja indikasi terlibat (pembakaran hutan dan lahan), saya minta dicabut izinnya, ya. Kita tidak main-main," tegas Prabowo.
Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa penanganan karhutla tidak hanya diarahkan kepada pelaku yang berada di lapangan, tetapi juga pihak yang diduga menjadi dalang atau memperoleh keuntungan dari pembakaran lahan.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media