Viral . 25/08/2026, 09:59 WIB
Penulis : Afdal Namakule | Editor : Afdal Namakule
fin.co.id - Sebuah viral viral di media social X memperlihatkan Ketua Umum Projo, Budi Arie Setiadi, melontarkan pernyataan yang mengundang perhatian terkait kondisi politik Indonesia saat ini. Ia mengaku memiliki firasat bahwa dinamika politik nasional bisa mengalami percepatan sebelum Pemilu 2029.
Pernyataan itu disampaikan Budi Arie saat berbicara di hadapan audiens yang diduga merupakan relawan Projo. Dalam kesempatan tersebut, ia juga mengaku sempat menyampaikan pandangannya kepada Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi).
“Saya ngomong ke Pak Jokowi tadi, ‘Pak, insting saya ini kayaknya enggak sampai 2029’,” kata Budi Arie.
Budi Arie menyampaikan pernyataan tersebut saat duduk berdampingan dengan Jokowi. Ia kemudian mengajak audiens mempertimbangkan kemungkinan apabila terjadi percepatan dalam dinamika politik nasional.
“Apakah kita mau? tentu kita tidak mau. Kita masih ngomong Pemilu 2029, tapi kalau terjadi percepatan bagaimana, kita siap nggak?” lanjut Budi Arie yang kemudian direspons audiens dengan teriakan, “Siap.”
Mantan Menteri Koperasi serta mantan Menteri Komunikasi dan Informatika (Kominfo) itu kemudian mengungkapkan kekhawatirannya terhadap apa yang ia sebut sebagai “patahan sejarah”.
Menurut Budi Arie, kondisi masyarakat saat ini perlu menjadi perhatian karena dinilainya tidak berada dalam situasi normal.
“Saya pengalaman dengan gerakan sejarah, ada yang abnormal saat di tengah masyarakat,” tuturnya.
Ia kemudian mengambil contoh perubahan politik yang terjadi pada akhir era Orde Baru. Menurutnya, perubahan dapat berlangsung lebih cepat dari perkiraan apabila terjadi gejolak sosial dan ekonomi.
“Ini bisa terjadi patahan sejarah, bagaimana tahun 1997, tiba-tiba pemilu berikutnya 1999. Dan potensi ini bukan nggak ada. Sangat besar dalam keresahan masyarakat dan kondisi ekonomi saat ini yang betul-betul tidak membuat masyarakat happy,” jelasnya.
Budi Arie menyebut pengalamannya sebagai mantan aktivis membuat dirinya memiliki insting untuk membaca kemungkinan terjadinya perubahan politik secara cepat.
Karena itu, ia meminta para pendukungnya tidak hanya memikirkan Pemilu 2029, tetapi juga menyiapkan kemungkinan lain apabila terjadi percepatan dalam dinamika politik nasional.
“Insting aktivis saya mengatakan ini ada sesuatu yang lebih cepat yang kita bayangkan. Karena itu saya coba mau membuka saja ke teman-teman supaya berfikir jangan hanya sekadar Pemilu 2029, harus ada pikiran lain sebagai alternatif manakala terjadi percepatan sejarah,” jelas Budi Arie.
Pernyataan Budi Arie tersebut muncul di tengah meningkatnya perhatian terhadap kondisi sosial dan politik nasional. Terlebih, sejumlah kelompok berencana menggelar aksi demonstrasi di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, pada Kamis, 27 Agustus 2026.
Sejumlah isu disebut akan dibawa dalam aksi tersebut, mulai dari pemberantasan korupsi, transparansi pemerintahan, hingga dorongan agar Rancangan Undang-Undang (RUU) Perampasan Aset segera disahkan.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media