Nasional . 25/08/2026, 10:51 WIB
Penulis : Afdal Namakule | Editor : Afdal Namakule
fin.co.id - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mendeteksi 473 titik panas atau hotspots di Kalimantan Selatan pada Selasa. Titik panas tersebut tersebar di 11 kabupaten dan kota.
Kabupaten Hulu Sungai Selatan menjadi wilayah dengan jumlah titik panas terbanyak, disusul Kabupaten Tapin dan Kabupaten Banjar.
Prakirawan Cuaca Stasiun Meteorologi Syamsudin Noor BMKG Kalimantan Selatan, Utari Randiana, mengatakan data tersebut diperoleh melalui pemantauan Sistem Informasi Hotspot Kalimantan pada Selasa pukul 07.00 Wita.
Dari pemantauan tersebut, terdapat dua wilayah yang tidak terdeteksi titik panas, yakni Kota Banjarmasin dan Kabupaten Balangan.
"Dari total 473 titik panas tersebut, sebanyak 425 titik memiliki tingkat kategori sedang, 32 titik kategori tinggi, dan 16 titik dengan kategori rendah. Kategori sedang menjadi yang paling dominan dengan proporsi sekitar 89,9 persen," kata Utari di Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Selasa.
Hulu Sungai Selatan Capai 118 Titik Panas
Hulu Sungai Selatan tercatat sebagai daerah dengan jumlah titik panas paling banyak, yakni mencapai 118 titik. Setelah itu, Kabupaten Tapin memiliki 102 titik dan Kabupaten Banjar sebanyak 99 titik.
Selain tiga wilayah tersebut, titik panas juga terdeteksi di Barito Kuala, Hulu Sungai Tengah, Hulu Sungai Utara, Kota Banjarbaru, Kotabaru, Tabalong, Tanah Bumbu, dan Tanah Laut.
Untuk kategori tingkat kepercayaan sedang, titik panas tersebar di 11 kabupaten dan kota, meliputi Banjar, Barito Kuala, Hulu Sungai Selatan, Hulu Sungai Tengah, Hulu Sungai Utara, Kotabaru, Tabalong, Tanah Bumbu, Tanah Laut, Tapin, serta Kota Banjarbaru.
Sementara itu, titik panas dengan kategori tingkat kepercayaan tinggi terdeteksi di tujuh wilayah, yakni Banjar, Barito Kuala, Hulu Sungai Selatan, Hulu Sungai Tengah, Tanah Bumbu, Tapin, dan Kota Banjarbaru.
Hampir Seluruh Kalsel Masuk Zona Merah
Selain memantau titik panas, BMKG juga menerbitkan sistem peringatan bahaya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) pada Selasa.
Hasil pemantauan menunjukkan hampir seluruh wilayah di 13 kabupaten dan kota di Kalimantan Selatan masuk zona merah. Kondisi tersebut menandakan tingkat bahaya karhutla berada pada kategori sangat tinggi.
Dengan tingginya jumlah titik panas dan luasnya wilayah yang masuk zona merah, masyarakat di Kalimantan Selatan perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan. *
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media