Politik . 27/08/2026, 08:47 WIB

Soal Ucapan Budi Arie, Ferdinand Hutahaean Duga Ada Kelompok Politik Solo Ingin Dongkel Prabowo dari Kursi Presiden

Penulis : Afdal Namakule  |  Editor : Afdal Namakule

fin.co.id - Polemik pernyataan Ketua Umum ProJo Budi Arie Setiadi mengenai kemungkinan terjadinya percepatan dinamika politik sebelum Pemilu 2029 belum sepenuhnya mereda meskipun telah meminta maaf.

Selain Budi Arie telah meminta maaf, ProJo dan Partai Solidaritas Indonesia (PSI) juga telah mengklarifikasi.

PSI menegaskan bahwa apa yang disampaikan Budi Arie tidak ada hubungannya dengan PSI. Sebab Budi Arie bukan kader PSI. Sementara Projo mengatakan, video yang beredar tidak menampilkan penyampaian Budi Arie secara utuh.

Politikus Ferdinand Hutahaean ikut menanggapi kontroversi tersebut. Ia menilai persoalan utama bukan semata-mata pada isi pernyataan Budi Arie, melainkan juga pada konteks ketika pernyataan itu disampaikan.

Ferdinand menilai bantahan dan klarifikasi yang muncul setelah video tersebut viral belum menjawab persoalan yang menurutnya paling penting.

Menurut dia, Jokowi yang berada di samping Budi Arie ketika pernyataan itu disampaikan memiliki kesempatan untuk merespons langsung apabila pernyataan tersebut tidak sesuai dengan pembicaraan atau pandangannya.

"PSI dan juga Projo sibuk mengklarifikasi apa yang disampaikan oleh Budi Arie. Apapun sanggahan atau bantahan oleh PSI maupun ProJo, masyarakat tidak akan mempercyai itu, karena pada saat peristiwa itu terjadi, Jokowi berada di sebelah Budi Arie," kata Ferdinand dikutip dari video di akun Instagram pribadinya, Kamis 27 Agusutus 2026.

Ia kemudian menyoroti posisi Jokowi dalam forum tersebut. Ferdinand berpendapat, Jokowi memiliki ruang untuk menghentikan atau mengoreksi Budi Arie apabila ucapan tersebut dianggap tidak tepat.

"Dan Jokowi memiliki kuasa, memiliki kesempatan dan kemampuan untuk segera menghentikan Budi Arie berbicara seperti itu. Tapi Jokowi terdiam dan terkesan bahwa itu ada penyampaian yang telah dibicarakan sebelumnya," ujarnya.

Berdasarkan situasi tersebut, Ferdinand kemudian menyampaikan dugaan bahwa pernyataan Budi Arie bukan sekadar pandangan yang muncul secara spontan. Namun sudah ada pembicaraan lain bersama dirinya dengan Jokowi.

"Menurut saya, apa yang disampaikan oleh Budi Arie merupakan sebuah pembicaraan yang telah dibicarakan oleh Budi Arie dan Jokowi sebelumnya, dan disampaikan oleh Budi Arie secara terbuka," kata Ferdinand.

Ferdinand juga menanggapi penggunaan istilah "insting" oleh Budi Arie ketika menjelaskan kemungkinan perubahan politik sebelum 2029.

Menurut Ferdinand, istilah tersebut tidak serta-merta berarti Budi Arie memiliki informasi atau kemampuan membaca masa depan. Ia justru menduga Budi Arie hanya menyampaikan sesuatu yang sebelumnya telah menjadi pembicaraan.

"Jadi bukan Budi Arie mempunyai insting seperti itu, tetapi insting itu hanya disampaikan oleh Budi Arie," ujarnya.

Ferdinand kembali mempertanyakan efektivitas klarifikasi yang disampaikan ProJo maupun PSI setelah polemik tersebut mencuat.

           

Network:
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNpos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

Email:fajarindonesianetwork@gmail.com