Pendidikan . 28/08/2026, 23:22 WIB
Penulis : Mihardi | Editor : Mihardi
fin.co.id – Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia (FIB UI) mendorong terbentuknya kerja sama yang lebih kuat antara perguruan tinggi dan media melalui pengembangan Connectivity Hub (C-Hub).
Gagasan tersebut menjadi salah satu pembahasan utama dalam The 8th University, Government, Industry, and Community (UGIC) Forum yang mengusung tema “Strengthening University-Media Partnerships for the C-Hub Initiative”. Forum tersebut berlangsung di Gedung ITTC UI, Depok, Kamis, 27 Agustus 2026.
UGIC Forum merupakan ruang kolaborasi yang mempertemukan unsur perguruan tinggi, pemerintah, dunia industri, dan masyarakat. Forum ini dirancang untuk menggabungkan berbagai sudut pandang dalam mencari jawaban atas kebutuhan publik.
Pada pelaksanaan yang kedelapan, FIB UI memberikan perhatian lebih terhadap keterlibatan sektor industri dan komunitas. Salah satu yang dinilai memiliki posisi strategis adalah pers dan jaringan media yang dapat menjadi mitra bagi FIB UI maupun Universitas Indonesia.
Penguatan kerja sama tersebut dinilai semakin penting seiring pengembangan C-Hub. Infrastruktur ini dirancang sebagai penghubung antara pengetahuan serta kepakaran akademik dengan kebutuhan masyarakat dan dunia industri.
Melalui C-Hub, hasil penelitian dan pengetahuan yang dihasilkan perguruan tinggi diharapkan tidak hanya berputar di lingkungan kampus. Informasi tersebut dapat dikemas menjadi pengetahuan publik yang lebih mudah dipahami, diakses, dan dimanfaatkan masyarakat.
Eva Latifah, Ph.D., selaku PIC UGIC C-Hub FIB UI sekaligus penanggung jawab kegiatan, menilai media memiliki peran penting dalam membangun ekosistem tersebut.
“Kami ingin C-Hub menjadi ruang yang mempertemukan pengetahuan akademik dengan kebutuhan masyarakat. Dalam proses itu, media bukan hanya menjadi saluran untuk menyampaikan informasi, tetapi mitra strategis yang membantu pengetahuan dari universitas menjadi lebih relevan, mudah dipahami, dan dapat menjangkau publik yang lebih luas,” ujar Eva.
Forum tersebut juga dimanfaatkan FIB UI untuk mendengarkan pandangan para praktisi media dari berbagai platform, mulai dari media cetak, media daring hingga penyiaran.
Pertukaran pandangan itu diharapkan menjadi pijakan dalam membangun pola kemitraan universitas dan media yang saling menguntungkan. Perguruan tinggi dapat menyediakan sumber pengetahuan serta kepakaran yang kredibel, sedangkan media memiliki peran dalam mengolah dan memperluas distribusi informasi tersebut kepada masyarakat.
Memahami Dinamika Media di Tengah Era Digital
Pembahasan mengenai hubungan perguruan tinggi dan media turut mengangkat perubahan pola konsumsi informasi masyarakat. Dalam sesi bertajuk “How to Engaged with Media”, M. Syakur Usman, S.S. menjelaskan bagaimana lanskap media mengalami perubahan signifikan di era digital.
Syakur yang kini menjabat Chief Editor Getpost.id dan telah berkecimpung lebih dari 20 tahun di industri media menilai institusi perlu terlebih dahulu memahami karakteristik kerja media sebelum membangun bentuk kolaborasi.
Perubahan tersebut semakin terasa dengan hadirnya disrupsi digital dan meningkatnya pengaruh media sosial dalam penyebaran informasi. Kondisi ini sejalan dengan konsep C-Hub yang menempatkan media bukan hanya sebagai tempat publikasi, melainkan sebagai bagian dari ekosistem penciptaan dan penyebaran pengetahuan.
Kolaborasi tersebut diharapkan membuat akademisi memperoleh pemahaman lebih baik mengenai kebutuhan masyarakat melalui sudut pandang media. Di sisi lain, jurnalis juga dapat memperoleh akses yang lebih luas terhadap hasil riset, data, dan kepakaran yang tersedia di perguruan tinggi.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media