Said Didu Ungkap 4 Alasan ‘Geng Solo’ Kebelet Rebut Kekuasaan Sebelum 2029
Mantan Sekretaris Kementerian BUMN, Muhammad Said Didu, kembali menyoroti dinamika politik menjelang Pemilu 2029
Sejumlah nama mulai diperbincangkan dalam berbagai survei dan simulasi politik, sehingga persaingan untuk mendapatkan posisi strategis diperkirakan semakin terbuka.
Keempat, Said Didu mengaitkan peluang tersebut dengan kondisi politik dan ekonomi pemerintahan Prabowo.
Menurutnya, tingkat kepuasan masyarakat terhadap pemerintahan Prabowo-Gibran dan kondisi ekonomi menjadi salah satu faktor yang dapat dimanfaatkan oleh kelompok tertentu untuk membangun tekanan politik terhadap pemerintah.
“Geng Solo melihat peluang jatuhkan Prabowo karena dari hasil survey, rakyat makin gak suka Prabowo dan ekonomi makin jelek" ujar Said Didu.
Baca Juga
Dari empat alasan tersebut, Said Didu kemudian menarik kesimpulan mengenai dorongan untuk bergerak sebelum 2029.
Ia menilai situasi tersebut melahirkan anggapan bahwa momentum untuk mengambil alih kekuasaan harus dilakukan sekarang dan tidak bisa menunggu hingga Pemilu 2029.
“Akhirnya keluar opini ‘kalau bukan sekarang - gak akan mungkin lagi’ jelasnya.
Pernyataan Said Didu tersebut muncul di tengah meningkatnya spekulasi mengenai dinamika politik antara kubu Prabowo dan kelompok yang selama ini dikaitkan dengan Jokowi.
Sebelumnya, Ketua Umum Projo Budi Arie Setiadi juga sempat berbicara mengenai kemungkinan terjadinya perubahan politik sebelum 2029.
Dalam sebuah acara, Budi Arie mengaku memiliki insting bahwa pemilu bisa saja berlangsung lebih cepat, meski ia juga menegaskan bahwa Indonesia saat ini masih berbicara mengenai Pemilu 2029.
Baca Juga
Pernyataan tersebut kemudian mendapat sorotan dari Said Didu yang mengaitkannya dengan dugaan adanya gerakan politik kelompok yang ia sebut “Geng SOP” maupun “Geng Solo”.
Meski demikian, tudingan mengenai adanya upaya merebut atau menjatuhkan kekuasaan sebelum 2029 tersebut merupakan analisis dan pandangan Said Didu. Belum terdapat bukti publik yang membuktikan seluruh tuduhan tersebut sebagai fakta.
Hingga berita ini ditulis, belum ada tanggapan dari Jokowi, Prabowo, Gibran maupun pihak yang disebut Said Didu sebagai “Geng Solo” terkait unggahan tersebut. *