Nasional . 30/08/2026, 09:30 WIB
Penulis : Afdal Namakule | Editor : Afdal Namakule
fin.co.id - Ketua Umum DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Abdul Muhaimin Iskandar atau Cak Imin menjadi sorotan setelah melontarkan pernyataan mengenai kondisi Nahdlatul Ulama (NU).
Ia menyebut NU mengalami keterpurukan dalam lima tahun terakhir dan mengaitkannya dengan latar belakang organisasi kemahasiswaan pemimpin NU.
Pernyataan tersebut disampaikan Cak Imin saat menghadiri bedah buku Dari Pergerakan Menuju Kepemimpinan: Jejak Langkah Alumni PMII di Panggung Politik, Akademik, dan Kemasyarakatan di Salam Hall Denanyar, Jombang, Jawa Timur, Jumat, 28 Agustus 2026.
Di hadapan para alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), Cak Imin awalnya menyoroti kondisi NU yang menurutnya membutuhkan perhatian serius. Ia bahkan menyebut penyelamatan NU dari keterpurukan sebagai tema besar yang perlu dibicarakan.
“Tema terbesar hari ini adalah menyelamatkan NU dari keterpurukan lima tahun terakhir ini,” kata Cak Imin.
Menurut Cak Imin, persoalan yang dihadapi NU harus dibicarakan secara terbuka. Ia menilai pengakuan terhadap kondisi organisasi menjadi langkah awal sebelum melakukan perbaikan.
“NU harus kita akui jujur terpuruk. Kejujuran itu sebagai bagian dari konsekuensi untuk kita melakukan apa di dalam menolong keterpurukan itu,” ujarnya.
Namun, pernyataan Cak Imin kemudian menjadi sorotan ketika ia mengaitkan kondisi tersebut dengan latar belakang organisasi kemahasiswaan pemimpin NU.
“Yang jelas terpuruk karena dipimpin oleh alumni HMI, kira-kira gitu lah,” ucapnya.
Cak Imin kemudian menegaskan bahwa pernyataan tersebut disampaikannya dalam konteks keterbukaan di antara sesama keluarga besar pergerakan.
“Enggak, Ini kalau orang PMII saja enggak jujur ngomong itu, siapa yang akan jujur?” katanya.
Disampaikan Jelang Muktamar NU
Pernyataan Cak Imin muncul ketika dinamika menjelang Muktamar Ke-35 NU tengah menghangat. Muktamar menjadi momentum penting bagi NU karena selain menentukan kepemimpinan baru, forum tersebut juga menjadi ruang untuk mengevaluasi perjalanan organisasi sekaligus merumuskan arah NU ke depan.
Pernyataan tersebut disampaikan dalam forum yang dihadiri sejumlah tokoh dan alumni PMII. Di antaranya Ketua MUI Bidang Fatwa Prof. KH Asrorun Ni’am Sholeh, Ketua KPU RI Mochammad Afifuddin, Rektor UIN Walisongo Prof. Musahadi, Luluk Nur Hamidah, serta anggota DPD RI Ahmad Nawardi yang bertindak sebagai moderator.
Sejumlah rektor perguruan tinggi Islam, penulis buku, serta pengurus Ikatan Alumni PMII (IKA PMII) dari berbagai daerah turut hadir dalam acara tersebut.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media