Kebakaran Hutan di Aljazair Tewaskan 73 Orang, Puluhan Titik Api Masih Membara
Kebakaran hutan yang melanda Provinsi Jijel, Aljazair timur, menewaskan 73 orang. Api juga mengakibatkan kerusakan besar terhadap rumah warga, lahan pertanian, serta kawasan vegetasi di wilayah tersebut.
fin.co.id - Kebakaran hutan yang melanda Provinsi Jijel, Aljazair timur, menewaskan 73 orang. Api juga mengakibatkan kerusakan besar terhadap rumah warga, lahan pertanian, serta kawasan vegetasi di wilayah tersebut.
Otoritas setempat masih melakukan proses pemadaman di sejumlah titik. Bersamaan dengan itu, pemerintah mulai melakukan pendataan untuk mengetahui secara keseluruhan dampak kerusakan yang ditimbulkan bencana tersebut.
Kebakaran yang meluas ini disebut menjadi salah satu yang terparah yang pernah terjadi di wilayah Jijel. Area vegetasi dalam jumlah besar hangus dilalap api, sementara sejumlah properti dan lahan milik masyarakat mengalami kerusakan parah.
Pemerintah Aljazair terus mengerahkan personel dan peralatan untuk mengatasi kebakaran. Upaya tersebut dilakukan untuk mencegah api kembali meluas ke kawasan permukiman dan wilayah lainnya.
Baca Juga
Lebih dari 70 Persen Api Berhasil Dikendalikan
Otoritas Aljazair menyebut kondisi kebakaran mulai menunjukkan perkembangan positif. Lebih dari 70 persen area yang terdampak api telah berhasil dikendalikan.
Meski demikian, sejumlah titik api masih belum sepenuhnya padam. Petugas tetap melakukan operasi pemadaman untuk mengatasi sumber-sumber api yang tersisa.
Badan Pertahanan Sipil Aljazair melaporkan, dari 182 kejadian kebakaran yang tercatat di berbagai wilayah negara tersebut, sebanyak 118 kebakaran telah berhasil dipadamkan.
Seluruh personel dan peralatan yang tersedia dikerahkan untuk mempercepat proses pemadaman dan penanganan di wilayah terdampak.
Kebakaran Berulang di Aljazair
Baca Juga
Bencana kebakaran hutan menjadi persoalan serius di Aljazair, terutama ketika kondisi cuaca mendukung penyebaran api.
Kementerian Dalam Negeri Aljazair sebelumnya mencatat enam orang meninggal dunia akibat kebakaran hutan yang terjadi di sejumlah wilayah negara itu pada Juli 2026.
Dengan jumlah korban yang kini mencapai 73 orang di Jijel, kebakaran terbaru tersebut menjadi salah satu bencana kebakaran paling mematikan yang terjadi di wilayah tersebut.
Otoritas masih melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kerusakan dan dampak kebakaran, sementara tim di lapangan terus berupaya memadamkan titik api yang tersisa. *