BRI Cetak Laba Rp31,2 Triliun, Naik 17,5 Persen! Kredit Tembus Rp1.646 Triliun
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI (BBRI) mencatatkan kinerja keuangan yang positif pada kuartal II 2026. Bank pelat merah tersebut membukukan laba bersih sebesar Rp31,2 triliun, tumbuh 17,5 persen secara tahunan atau year on year.
Pertumbuhan dana masyarakat menjadi salah satu faktor penting bagi bank dalam menjaga likuiditas serta mendukung penyaluran kredit.
BRI juga terus mendorong peningkatan dana murah atau CASA, terutama melalui pengembangan layanan digital dan penguatan hubungan dengan nasabah.
Dana murah menjadi salah satu komponen penting karena dapat membantu bank menekan biaya pendanaan.
Pendapatan BRI Tumbuh Hampir 10 Persen
BRI juga mencatat pertumbuhan pendapatan selama periode tersebut.
Baca Juga
Total pendapatan perseroan mencapai Rp80,5 triliun , tumbuh 9,9 persen secara tahunan dibandingkan Rp73,3 triliun pada kuartal II 2025.
Sementara itu, pre-provision operating profit atau PPOP mencapai Rp65,7 triliun .
Angka tersebut meningkat 12,8 persen secara tahunan .
Pertumbuhan tersebut memperlihatkan bahwa aktivitas bisnis BRI tetap memberikan kontribusi positif terhadap kinerja keuangan perusahaan.
Salah satu faktor yang menopang kenaikan laba adalah efisiensi biaya pendanaan.
Baca Juga
BRI mencatat cost of fund atau biaya dana turun dari 3 persen menjadi 2,4 persen .
Penurunan tersebut menjadi kabar positif karena biaya pendanaan yang lebih rendah dapat membantu meningkatkan efisiensi operasional perbankan.
Selain itu, cost to income ratio BRI juga mengalami perbaikan.
Rasio tersebut turun dari 41,9 persen menjadi 39,2 persen .
Artinya, BRI berhasil meningkatkan efisiensi dalam menghasilkan pendapatan.