BRI Cetak Laba Rp31,2 Triliun, Naik 17,5 Persen! Kredit Tembus Rp1.646 Triliun
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI (BBRI) mencatatkan kinerja keuangan yang positif pada kuartal II 2026. Bank pelat merah tersebut membukukan laba bersih sebesar Rp31,2 triliun, tumbuh 17,5 persen secara tahunan atau year on year.
Strategi peningkatan dana murah menjadi salah satu fokus utama perseroan untuk menjaga efisiensi biaya.
Selain mencatat pertumbuhan kredit, BRI juga menunjukkan perbaikan dari sisi kualitas aset.
Loan at risk atau LAR turun dari 9,6 persen pada Desember 2025 menjadi 9,1 persen pada akhir kuartal II 2026 .
Sementara itu, rasio kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL) juga mengalami penurunan.
Baca Juga
NPL BRI turun dari 3,4 persen menjadi 3,1 persen .
Direktur Manajemen Risiko BRI, Ety Yuniarti, mengatakan penurunan LAR menunjukkan kualitas kredit baru yang disalurkan semakin membaik.
“Penurunan ini mencerminkan semakin membaiknya kualitas booking pada kredit baru,” kata Ety.
Perbaikan kualitas aset tersebut juga berdampak terhadap cost of credit.
Biaya kredit BRI turun dari 3,4 persen pada akhir 2025 menjadi 3,1 persen pada kuartal II 2026 .
Hery Gunardi menegaskan BRI tidak ingin hanya fokus mengejar pertumbuhan penyaluran kredit.
Baca Juga
Menurutnya, kualitas aset dan profitabilitas berkelanjutan juga menjadi perhatian utama.
“Growth is back, strong. Kualitas pertumbuhan dari sisi risiko tetap kami jaga dan kami yakin optimistis ke depan,” ujar Hery.
Pendekatan tersebut menjadi bagian dari strategi BRI untuk menjaga pertumbuhan dalam jangka panjang.
Ekspansi kredit yang terlalu agresif tanpa pengelolaan risiko dapat menimbulkan persoalan kualitas aset di kemudian hari.
Karena itu, BRI berupaya menjaga keseimbangan antara pertumbuhan bisnis dan manajemen risiko.