Nasional . 01/09/2026, 21:58 WIB
Penulis : Esnoe Faqih Wardhana | Editor : Esnoe Faqih Wardhana
fin.co.id - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi meminta aktivitas pendakian gunung dihentikan sementara karena kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Jawa Barat terus meluas. Luas lahan dan hutan yang terbakar meningkat dari 196,40 hektar menjadi 228,07 hektar dalam sepekan terakhir.
Dedi Mulyadi di Bandung, Selasa, 1 September 2026, meminta pengelola kawasan pegunungan untuk menutup sementara kawasan bagi aktivitas pendakian demi mencegah kebakaran terus meluas di pegunungan selama musim kemarau. Ia menilai langkah pencegahan perlu dilakukan karena kondisi kemarau meningkatkan risiko kebakaran di kawasan pegunungan.
Dedi khawatir api yang dinyalakan para pendaki akan memicu kebakaran lahan. Begitu juga puntung rokok yang dibuang pendaki dapat memicu kebakaran.
"Pendakian gunung untuk sementara ditutup dulu karena khawatir para pendaki nanti menyalakan api," kata Dedi.
Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jabar, luas lahan dan hutan di provinsi itu yang terbakar hingga Senin (31/8) seluas 228,07 hektar (ha). Angka tersebut menunjukkan peningkatan luas area terdampak kebakaran dalam sepekan terakhir.
Kebakaran tersebut terjadi di 178 desa dan kelurahan di 107 kecamatan di seluruh Jawa Barat. Dengan sebaran tersebut, kebakaran tidak hanya terjadi di satu wilayah, tetapi mencakup berbagai daerah di provinsi tersebut.
Di berbagai daerah itu, ada 156 kejadian kebakaran. Tiga kabupaten/kota yang paling banyak terjadi kebakaran ialah Kabupaten Sumedang (21 kejadian), Kabupaten Majalengka (17 kejadian), dan Kabupaten Bandung (16 kejadian).
Selain mencatat jumlah kejadian, BPBD Jabar juga mencatat luas area yang terbakar di sejumlah daerah. Kabupaten Sukabumi menjadi wilayah dengan luas kebakaran terbesar hingga mencapai 49,20 hektar.
"Berdasarkan luas lahan, kebakaran terluas terjadi di Kabupaten Sukabumi mencapai 49,20 hektar, Kabupaten Majalengka 26,16 hektar, dan Kabupaten Bandung 24,80 hektar," kata Pranata Humas Ahli Muda BPBD Jabar Hadi Rahmat Hardjasasmita di lokasi lainnya.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media