Nasional . 03/09/2026, 07:14 WIB
Penulis : Afdal Namakule | Editor : Afdal Namakule
fin.co.id - Sebanyak 512 santri dilaporkan terdampak dugaan keracunan setelah menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG) di Pondok Pesantren Manbaul Hikam, Tanggulangin, Sidoarjo.
Badan Gizi Nasional (BGN) kini melakukan investigasi untuk mengetahui penyebab kejadian tersebut. Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Talang Angin juga mendapat sanksi penghentian sementara atau suspend dengan kategori berat.
Deputi Bidang Pemantauan dan Pengawasan BGN, Ketut Sumedana, mengatakan data sementara menunjukkan sebanyak 512 orang terpapar atau terdampak dalam peristiwa tersebut.
"Berdasarkan data yang kami terima dari teman-teman yang sudah melakukan investigasi di lapangan, total yang terpapar atau terdampak sebanyak 512 orang," kata Ketut, Selasa Rabu 2 September 2026.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 80 orang masih menjalani perawatan di rumah sakit. Sementara 312 santri telah diperbolehkan pulang setelah dinyatakan sembuh. Selain itu, masih ada 120 orang yang berada dalam tahap observasi.
"Kemudian yang masih dilakukan perawatan sekitar 80 orang dan sudah keluar dari rumah sakit dan dinyatakan sembuh sebanyak 312 orang, namun demikian kita juga masih melakukan observasi sebanyak 120 orang," tuturnya.
BGN Investigasi Penyebab Keracunan
Ketut mengatakan BGN bersama Dinas Kesehatan terkait telah turun melakukan investigasi. Pemeriksaan tersebut dilakukan untuk memastikan penyebab munculnya dugaan keracunan setelah para santri menyantap menu MBG.
"Yang pertama adalah melakukan tindakan investigasi dengan Dinas Kesehatan terkait dan hasilnya nanti kita akan umumkan apa yang menyebabkan terjadinya keracunan," ujarnya.
Selain investigasi, BGN menjatuhkan suspend kategori berat terhadap SPPG Sidoarjo, Talang Angin selama 30 hari.
"Kemudian kami juga melakukan suspend dengan kategori berat selama 30 hari terhadap SPPG Sidoarjo, Talang Angin," imbuhnya.
Tak hanya menghentikan sementara operasional SPPG, BGN juga mengusulkan pergantian kepala SPPG Talang Angin sebagai buntut kejadian tersebut.
"Kami mengusulkan kepada kepala SPPG tersebut untuk dilakukan suatu pencopotan sekaligus melakukan pergantian," kata Ketut, Rabu 2 September.
BGN Fokus Tangani Korban
Ketut menegaskan penanganan kesehatan para korban menjadi salah satu prioritas BGN. Para korban yang masih menjalani perawatan tersebar di sejumlah rumah sakit.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media