Megapolitan

Abu Vulkanik Krakatau Mengancam, RSUD Banten Siagakan Layanan Kesehatan 24 Jam dan Dokter Paru

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten meningkatkan kesiapsiagaan sektor kesehatan menyusul aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau yang berpotensi menimbulkan paparan abu vulkanik kepada masyarakat.

Abu Vulkanik Krakatau Mengancam, RSUD Banten Siagakan Layanan Kesehatan 24 Jam dan Dokter Paru

Danang menambahkan, RSUD Banten juga melakukan langkah pencegahan terhadap keluarga maupun penunggu pasien yang berada di area terbuka.

"Para penunggu pasien IGD maupun pasien rawat inap yang sebelumnya berada di luar gedung dianjurkan untuk masuk ke ruang tunggu yang berada di dalam Gedung," imbaunya.

Langkah tersebut dilakukan untuk mengurangi kemungkinan paparan abu vulkanik terhadap masyarakat yang sedang menunggu pelayanan atau mendampingi keluarganya.

"Dengan mengarahkan penunggu pasien ke area dalam gedung, rumah sakit berupaya menciptakan lingkungan yang lebih terlindungi, khususnya apabila kondisi udara di luar mengalami penurunan akibat abu vulkanik," imbuhnya.

5. Layanan Kesehatan Disiagakan 24 Jam

Kesiapsiagaan RSUD Banten merupakan bagian dari langkah yang lebih luas dilakukan Pemprov Banten.

Melalui surat edaran Dinas Kesehatan, berbagai fasilitas pelayanan kesehatan diminta menyesuaikan tingkat kesiagaan dengan risiko yang berkembang di wilayah masing-masing.

Rumah sakit, puskesmas, labkesmas, balai kekarantinaan, hingga pos kesehatan diharapkan mampu merespons apabila terjadi peningkatan gangguan kesehatan masyarakat.

Aktivasi layanan siaga 24 jam juga memberikan kepastian bahwa masyarakat tetap dapat memperoleh pertolongan medis ketika membutuhkan pelayanan di luar jam layanan reguler.

Masyarakat Tetap Diminta Tenang dan Waspada

Di tengah aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau, masyarakat diimbau tidak panik. Namun, kewaspadaan tetap diperlukan, terutama jika terjadi hujan abu vulkanik.

Masyarakat sebaiknya mengikuti informasi resmi dari pemerintah dan petugas kebencanaan. Ketika abu vulkanik turun, warga juga dianjurkan mengurangi aktivitas di luar ruangan dan menggunakan perlindungan seperti masker.

Bagi masyarakat yang mengalami keluhan kesehatan setelah terpapar abu, terutama gangguan pernapasan atau iritasi mata yang berat, segera mencari pertolongan medis menjadi langkah yang penting. (*)

Berita Terkait