Ekonomi

IHSG Berpotensi Sideways, Investor Cermati The Fed, Geopolitik, hingga Dampak Erupsi Anak Krakatau

IHSG berpotensi sideways di tengah sentimen The Fed, geopolitik, bursa global, dan dampak erupsi Gunung Anak Krakatau.

IHSG Berpotensi Sideways, Investor Cermati The Fed, Geopolitik, hingga Dampak Erupsi Anak Krakatau
IHSG berpotensi sideways di tengah sentimen The Fed, geopolitik, dan bursa global.

"Gangguan berpotensi menekan aktivitas transportasi, pariwisata, serta distribusi barang apabila erupsi dan dampak abu vulkanik berlangsung lebih lama," ujar Liza.

Selain perkembangan erupsi Gunung Anak Krakatau, investor juga akan mencermati sejumlah data ekonomi domestik sepanjang pekan ini. Data tersebut mencakup cadangan devisa dan Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) bulan Agustus 2026 serta penjualan ritel periode Juli 2026.

Di sisi lain, pemerintah melanjutkan restrukturisasi BUMN dengan menutup 290 perusahaan yang menghemat sekitar Rp50 triliun. Pemerintah juga menargetkan penutupan 700 BUMN lainnya hingga akhir 2026 dengan proyeksi efisiensi mencapai Rp100 triliun.

“Kebijakan ini berpotensi meningkatkan efisiensi dan profitabilitas BUMN, sekaligus diperkuat oleh percepatan hilirisasi sumber daya alam,” ujar Liza.

Bursa Global Jadi Acuan Pergerakan IHSG

Pergerakan bursa global juga menjadi perhatian investor sebagai salah satu acuan dalam membaca arah IHSG. Pada perdagangan Jumat (04/09) pekan kemarin, bursa Eropa bergerak kompak menguat.

Euro Stoxx 50 menguat 0,16 persen, sedangkan indeks FTSE 100 Inggris stagnan di level 10.831. Indeks DAX Jerman menguat 0,17 persen, sementara indeks CAC 40 Prancis melemah 0,09 persen.

Berbeda dengan bursa Eropa, bursa Wall Street AS kompak melemah pada Jumat (04/09). Indeks S&P 500 turun 0,38 persen ke level 7.718,60, indeks Nasdaq Composite melemah 0,29 persen ke 26.506,99, sedangkan Dow Jones Industrial Average turun 0,51 persen ke 53.4141,25.

Sementara itu, bursa saham regional Asia bergerak beragam pada perdagangan pagi ini. Indeks Nikkei menguat 2,28 persen ke 66.501,00, indeks Shanghai naik 0,18 persen ke 3.937,19, dan indeks Kospi menguat 2,99 persen ke 6.887,46.

Sebaliknya, indeks Hang Seng melemah 0,69 persen ke 25.475,00 dan indeks Straits Times turun 0,41 persen ke 5.778,24. Pergerakan tersebut menjadi bagian dari sentimen yang turut dicermati investor dalam menentukan arah perdagangan IHSG.

Dengan berbagai sentimen tersebut, IHSG masih berpotensi bergerak sideways pada perdagangan Senin. Investor akan mencermati perkembangan pasar global, kebijakan suku bunga The Fed, risiko geopolitik, kondisi domestik, serta dampak erupsi Gunung Anak Krakatau terhadap aktivitas ekonomi.

Berita Terkait