Rupiah Melemah ke Rp17.646 di Awal Pekan, Tekanan Datang dari Geopolitik Timur Tengah hingga The Fed
Rupiah melemah ke Rp17.646 per dolar AS akibat ketegangan Timur Tengah, kenaikan harga minyak, dan ekspektasi suku bunga The Fed.
“Data tenaga kerja AS yang lebih kuat dari perkiraan tersebut meningkatkan ekspektasi pasar yang tercermin dalam pricing terhadap kenaikan suku bunga kebijakan menjadi sekitar 60 persen, dari sekitar 50 persen, sehingga mendukung penguatan dolar AS,” ujar Josua.
Rupiah Diperkirakan Bergerak di Rp17.600-Rp17.725
Penguatan dolar AS akibat ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed turut menjadi sentimen yang perlu dicermati pasar. Data tenaga kerja AS yang lebih kuat dari perkiraan membuat pelaku pasar meningkatkan ekspektasi terhadap kebijakan suku bunga bank sentral AS pada September 2026.
Sementara itu, rupiah pada pembukaan perdagangan Senin berada di level Rp17.646 per dolar AS. Posisi tersebut melemah tipis dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya yang berada di level Rp17.642 per dolar AS.
Pergerakan rupiah selanjutnya akan dipengaruhi oleh berbagai sentimen, mulai dari perkembangan geopolitik Timur Tengah, harga minyak mentah, kondisi ekonomi domestik, hingga ekspektasi kebijakan The Fed. Pelaku pasar juga akan mencermati data ekonomi Indonesia yang akan keluar dalam waktu mendatang.
Baca Juga
Lebih lanjut, Josua memperkirakan nilai tukar rupiah pada perdagangan Senin bergerak pada kisaran Rp17.600-Rp17.725 per dolar AS.