Nasional . 08/09/2026, 06:52 WIB
Penulis : Afdal Namakule | Editor : Afdal Namakule
fin.co.id - Operasional penerbangan di tiga bandara yang sempat terdampak sebaran abu vulkanik erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK) kembali dibuka pada Selasa 8 September 2026. Ketiga bandara tersebut yakni Bandara Internasional Soekarno-Hatta Tangerang, Bandara Halim Perdanakusuma Jakarta, dan Bandara Husein Sastranegara Bandung.
PT Angkasa Pura Indonesia atau InJourney Airports memastikan ketiga bandara tersebut telah siap kembali melayani penerbangan setelah dilakukan serangkaan pemeriksaan dan pembersihan fasilitas bandara.
Corporate Secretary Group Head InJourney Airports, Arie Ahsanurrohim, mengatakan pembukaan kembali operasional penerbangan mengacu pada Notice to Air Missions (Notam) yang diterbitkan AirNav Indonesia.
Dalam Notam tersebut, ketiga bandara dinyatakan berstatus resumed operations mulai dini hari 8 September 2026.
"Fasilitas sisi udara (air side) dan sisi darat (land side) ketiga bandara siap kembali melayani penerbangan. Seluruh personel operasi dan layanan bandara juga dipastikan siap," katanya.
Berdasarkan ketentuan tersebut, Bandara Internasional Soekarno-Hatta mulai kembali beroperasi pada 8 September 2026 pukul 00.30 WIB.
Selanjutnya, Bandara Halim Perdanakusuma berstatus resumed operations mulai pukul 00.40 WIB, sedangkan Bandara Husein Sastranegara mulai kembali beroperasi pada pukul 00.42 WIB.
Sebelum operasional dibuka, pihak bandara terlebih dahulu melakukan sejumlah prosedur keselamatan. Salah satunya pembersihan abu vulkanik yang berada di seluruh area sisi udara, mulai dari apron, taxiway hingga runway.
Selain pembersihan, petugas juga melakukan uji kekesatan pada runway untuk memastikan kondisi landasan memenuhi standar keselamatan penerbangan.
“Selain itu, juga dilakukan uji kekesatan di runway, yang menunjukkan fasilitas tersebut memenuhi standar dan persyaratan untuk melayani operasional penerbangan," ujarnya.
Penerbangan Soekarno-Hatta Dipulihkan Bertahap
General Manager Bandara Soekarno-Hatta, Heru Karyadi, mengatakan pemulihan penerbangan di bandara tersebut tidak langsung dilakukan dengan kapasitas penuh.
Menurut dia, operasional kembali dibuka secara bertahap dengan tetap mengutamakan keselamatan penerbangan. Salah satu langkah yang diterapkan adalah Air Traffic Flow Management (ATFM) untuk mengatur arus lalu lintas pesawat selama masa awal pemulihan.
"Pada fase awal recovery, pengendalian penerbangan dilakukan secara bertahap dan terukur melalui penerapan ATFM. Pengaturan ini diperlukan agar arus keberangkatan dan kedatangan dapat kembali berjalan dengan aman dan tertib, sekaligus memungkinkan kapasitas operasional bandara dipulihkan secara bertahap," terangnya.
Heru menjelaskan pengaturan tersebut juga mempertimbangkan kondisi operasional di lapangan. Salah satunya untuk mempercepat keberangkatan pesawat yang sebelumnya terdampak penutupan bandara serta memulihkan kapasitas apron secara bertahap.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media