Viral . 08/09/2026, 05:40 WIB
Penulis : Afdal Namakule | Editor : Afdal Namakule
fin.co.id - Buku berjudul Islam Ala Prabowo: Cara Prabowo Subianto Mengamalkan Ajaran Islam menuai sorotan. Dua tokoh yang namanya tercantum dalam buku tersebut, Tuan Guru Bajang (TGB) Muhammad Zainul Majdi dan KH Muhammad Abdurrahman Al-Kautsar atau Gus Kautsar, disebut tidak pernah menyerahkan tulisan untuk diterbitkan.
Persoalan tersebut mencuat setelah muncul keberatan dari Istri Gus Kautsar. Jazilah Annahdliyah atau Ning Jazil mempertanyakan pencantuman nama suaminya dalam salah satu artikel di buku tersebut.
Nama Gus Kautsar tercantum dalam artikel berjudul “Dukungan Pesantren untuk Prabowo Subianto”. Ning Jazil menyampaikan protes melalui akun media sosial pribadinya, @zil_hb.
"Seng genaaahh (Yang benar aja). Kok bisa2nya ada nama suami saya dibuku ini,,?!! Hei Penulis, minimal izin/pamit dulu kalau mau nyantumin nama," demikian protes Ning Jazil dalam akunnya @zil_hb.
Keberatan serupa juga disampaikan Ning Jazil melalui kolom komentar pada unggahan foto yang menampilkan daftar isi buku Islam Ala Prabowo: Cara Prabowo Subianto Mengamalkan Ajaran Islam.
Dalam komentar tersebut, ia kembali mempertanyakan alasan nama Gus Kautsar dicantumkan sebagai bagian dari buku, sementara menurutnya sang suami tidak pernah menulis artikel yang dimaksud.
"Kok bisa2nya ada nama suami saya?? pdhl gus kautsar tidak pernah menulis itu, kok bisa penulis tidak izin dulu kalau mau menyertakan nama suami saya di buku itu??!!," demikian komentar Ning Jazil di akun @zil_hb.
Bukan hanya Gus Kautsar, nama TGB Muhammad Zainul Majdi juga tercantum sebagai penulis dalam buku tersebut.
Nama TGB tercantum pada halaman 241 sebagai penulis artikel berjudul “Visi Keislaman Prabowo Subianto: Moderasi, Keadilan dan Pembaharuan Dialektika Keagamaan”.
Namun, TGB secara terbuka membantah pernah mengirimkan tulisan untuk buku tersebut. Pernyataannya disampaikan saat menjawab pertanyaan seorang netizen melalui akun media sosial pribadinya.
“Saya tidak pernah kirim tulisan,” kata TGB.
Pernyataan tersebut kemudian memunculkan pertanyaan mengenai bagaimana nama TGB dan Gus Kautsar bisa tercantum dalam buku tersebut apabila keduanya memang tidak pernah menyerahkan tulisan untuk diterbitkan.
Persoalan buku Islam Ala Prabowo kini bukan hanya berkaitan dengan isi atau pandangan keislaman yang diangkat, tetapi juga menyangkut pencantuman nama dua tokoh tersebut sebagai penulis atau pihak yang terkait dengan artikel di dalam buku tanpa adanya izin yang mereka akui pernah diberikan.
Namun hingga berita ini dimuat, belum ada penjelasan resmi dari pihak Istana terkait polemik pencatutan nama penulis. *
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media