Nasional . 09/09/2026, 18:45 WIB
Penulis : Mihardi | Editor : Mihardi
fin.co.id - Pemerintah meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi dampak El Nino yang diperkirakan dapat memperburuk kondisi kekeringan di sejumlah wilayah Indonesia.
Upaya tersebut tidak hanya diarahkan untuk memastikan kebutuhan air masyarakat tetap terpenuhi. Pemerintah juga menjaga keberlangsungan sektor pertanian sekaligus meningkatkan antisipasi terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang cenderung meningkat ketika kondisi cuaca semakin kering.
Melalui Kementerian Pekerjaan Umum (PU), penanganan darurat telah dilakukan pada 2.200 lokasi yang terdampak kekeringan. Sebanyak 1.760 lokasi telah selesai ditangani, sementara 440 lokasi lainnya masih dalam tahap pengerjaan.
Penanganan tersebut difokuskan pada tiga kebutuhan utama, yakni penyediaan air untuk masyarakat, menjaga pasokan air bagi lahan pertanian, serta membantu upaya pengendalian kebakaran hutan dan lahan.
Dari berbagai intervensi yang dilakukan, pemerintah telah membantu mempertahankan ketersediaan air bagi 53.052 hektare sawah. Selain itu, distribusi air bersih telah mencapai 14.109.231 liter untuk memenuhi kebutuhan 857.725 jiwa.
Dukungan terhadap penanganan karhutla juga dilakukan di 283 titik api yang tersebar di sejumlah daerah.
Menteri PU Dody Hanggodo menegaskan bahwa air memiliki peran strategis dalam menjaga keberlangsungan pembangunan, terutama ketika Indonesia menghadapi perubahan lingkungan dan situasi global yang sulit diprediksi.
“Di tengah dunia yang terus berubah dan penuh ketidakpastian, air menjadi fondasi yang sangat penting bagi pembangunan berkelanjutan. Karena itu, penanganan kekeringan harus dilakukan secara cepat, terukur, dan terpadu agar kebutuhan air masyarakat tetap terpenuhi dan produktivitas pertanian tetap terjaga,” kata Dody, Rabu, 9 September 2026.
Pasokan Air untuk Sawah Dijaga
Salah satu fokus utama pemerintah berada di sektor pertanian. Berbagai upaya dilakukan untuk mempertahankan suplai air menuju area persawahan yang mengalami ancaman kekeringan.
Total lahan pertanian yang mendapatkan dukungan mencapai 53.052 hektare. Metode yang digunakan disesuaikan dengan kondisi sumber air dan infrastruktur di masing-masing lokasi.
Di 104 titik, pemerintah memanfaatkan pompa untuk mengambil air dari sungai kemudian mengalirkannya menuju persawahan. Sementara itu, normalisasi saluran irigasi primer dan sekunder dilakukan di 21 lokasi.
Pemerintah juga membangun saluran air sementara di tiga lokasi. Sejumlah langkah pendukung turut diterapkan, seperti pemasangan sandbag, pengaturan jadwal pembagian air, pemanfaatan jaringan irigasi yang masih berfungsi, hingga pemasangan pipa di 112 titik.
Langkah tersebut dilakukan agar sumber air yang semakin terbatas tetap dapat dimanfaatkan secara maksimal untuk mempertahankan produktivitas pertanian.
Distribusi Air Bersih Capai 14 Juta Liter
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media