Nasional . 09/09/2026, 09:42 WIB
Penulis : Afdal Namakule | Editor : Afdal Namakule
Kondisinya kemudian memburuk beberapa hari setelah kejadian.
Pada 16 Agustus, Febiola dilaporkan mengalami kejang hebat hingga kehilangan kesadaran. Sejak saat itu, ia harus menjalani pemeriksaan dan perawatan medis secara intensif.
4. Disebut Tak Lagi Mengenali Orang Terdekat
Gangguan ingatan menjadi salah satu perubahan paling berat yang dirasakan keluarga.
Febiola disebut mengalami penurunan kemampuan mengingat hingga sekitar 70 persen. Akibatnya, ia disebut tidak lagi mengenali sejumlah orang yang sebelumnya sangat dekat dengannya.
“Kondisi Febiola sekarang seperti anak usia 3 tahun. Febiola tidak mengenali teman sekelas, guru, bahkan adik kandungnya sendiri,” kata Icuk.
Keterangan mengenai angka 70 persen tersebut merupakan gambaran kondisi yang disampaikan dalam pemberitaan dan oleh keluarga. Angka tersebut tidak dapat diperlakukan sebagai kesimpulan medis bahwa gangguan tersebut telah terbukti disebabkan oleh makanan MBG.
5. Sudah Menjalani Perawatan di Lima Rumah Sakit
Selama proses penanganan, Febiola disebut telah berpindah dan mendapat perawatan di lima rumah sakit.
Kelima fasilitas kesehatan tersebut yakni RS Kabanjahe, RS Efarina, RS Haji Medan, RSUP Adam Malik Medan, dan RS Amanda Karo.
Keluarga menyebut Febiola masih membutuhkan penanganan dan pemantauan medis dalam jangka panjang.
6. Diduga Mengalami Gangguan pada Sistem Saraf
Informasi mengenai kondisi Febiola menyebut adanya dugaan infeksi bakteri atau paparan racun tertentu yang dapat berkaitan dengan gangguan kesehatan yang dialaminya.
Namun, penyebab pasti kejang dan gangguan ingatan yang dialami Febiola masih membutuhkan pemeriksaan serta penelusuran medis lebih lanjut.
Hubungan langsung antara konsumsi menu MBG dengan kondisi neurologis Febiola juga belum dapat disimpulkan hanya berdasarkan kronologi kejadian.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media