Nasional . 09/09/2026, 06:07 WIB
Penulis : Afdal Namakule | Editor : Afdal Namakule
Kapal juga disebut memiliki global positioning system (GPS) portabel. Namun, Sandi mengaku belum mengetahui apakah perangkat tersebut dapat digunakan untuk melacak keberadaan kapal.
Sempat Kirim Foto Anak Krakatau
Sebelum hilang kontak, rombongan disebut masih sempat beraktivitas dalam perjalanan menuju kawasan Gunung Anak Krakatau.
Sandi membenarkan pemandu atau guide dalam rombongan sempat mengirimkan foto Gunung Anak Krakatau kepada istrinya.
“Masih ada dengan guide-nya, Pak,” ujar Sandi.
Foto tersebut dikirim sekitar empat jam setelah kapal bertolak dari Carita. Dalam foto itu, kondisi Gunung Anak Krakatau terlihat jelas. Sandi menyebut kapal berada lebih dari tiga kilometer dari kawah saat foto tersebut diambil.
Setelah mengetahui kapal hilang kontak, Sandi turut berupaya membantu pencarian. Ia menghubungi sejumlah kerabat di wilayah Pulau Sebesi, Lampung, dan berkoordinasi dengan Basarnas.
“Ya, saya sudah menghubungi beberapa saudara-saudara kita yang ada di wilayah Sebesi, Lampung. Alhamdulillah sekarang juga sedang berusaha untuk membantu pencarian dengan nelayan-nelayannya,” kata dia.
Sandi menyebut perjalanan dari Carita menuju kawasan Krakatau biasanya membutuhkan waktu sekitar dua jam.
Berdasarkan data sementara Basarnas, sedikitnya tujuh orang masih dalam pencarian. Mereka di antaranya pewarta foto LKBN ANTARA M Bagus Khoirunnas, Ari Basuki dari Merdeka, Yudhis dari iNews, Daus dari Anadolu, Donal yang merupakan pewarta lepas, serta dua orang lainnya yang masih dalam proses pendataan. *
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media