Megapolitan . 10/09/2026, 16:40 WIB

5 Tahun, Pramono Targetkan Kabel Jakarta Masuk Bawah Tanah

Penulis : Mihardi  |  Editor : Mihardi

fin.co.id - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo menargetkan penataan seluruh kabel udara yang masih terlihat semrawut di sejumlah ruas jalan Ibu Kota dapat diselesaikan secara bertahap dalam kurun waktu lima tahun.

Menurut Pramono, pemindahan kabel dari permukaan ke jaringan bawah tanah merupakan bagian dari langkah Pemprov DKI Jakarta untuk memperbaiki tampilan kota sekaligus membuat kawasan jalan terlihat lebih tertata.

“Saya terus terang mem-planning-kan dalam 5 tahun semua kabel-kabel yang ada di permukaan itu bisa diturunkan. Dan kalau itu bisa diturunkan, maka wajah Jakarta pasti akan sangat berbeda,” kata Pramono saat meninjau pembangunan Sarana Jaringan Utilitas Terpadu (SJUT) di kawasan Tebet, Jakarta Selatan, Kamis, 10 September 2026.

Ia mengakui pekerjaan tersebut bukan perkara mudah. Pasalnya, panjang jaringan kabel yang harus ditata di berbagai wilayah Jakarta diperkirakan mencapai sekitar 6.500 kilometer (Km).

Meski cakupannya cukup besar, Pramono tetap yakin target tersebut dapat tercapai apabila proses penataan melibatkan berbagai pihak dan tidak hanya dibebankan kepada Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

“Tetapi kalau ini ditangani secara total, artinya tidak hanya bergantung pada Bina Marga saja, saya yakin itu bisa dilakukan,” ujarnya.

Pramono menilai kontribusi sektor swasta menjadi salah satu faktor penting untuk mempercepat realisasi program tersebut. Ia melihat penataan kabel juga memiliki peluang dari sisi bisnis karena regulasi yang menjadi dasar pelaksanaannya telah tersedia.

“Kami meyakini secara bisnis juga menarik sehingga dengan demikian penurunan kabel ini bisa menjadi gerakan bersama yang dilakukan oleh seluruh stakeholder yang ada di Jakarta ini,” katanya.

Untuk pelaksanaannya, Dinas Bina Marga akan berkolaborasi dengan sejumlah badan usaha, termasuk perusahaan swasta. Kerja sama tersebut diarahkan untuk merapikan jaringan kabel udara yang selama ini dinilai mengganggu estetika lingkungan perkotaan.

Pramono menerangkan bahwa jaringan yang perlu ditata secara umum terbagi menjadi dua kelompok, yaitu kabel komunikasi dan kabel listrik.

Untuk jaringan komunikasi, proses pemindahan ke bawah tanah saat ini sudah dapat dilakukan di sejumlah lokasi. Sementara itu, jaringan yang berkaitan dengan kelistrikan masih membutuhkan kajian dan tahapan pekerjaan lebih panjang.

“Sedangkan kabel yang berkaitan dengan listrik masih memerlukan waktu. Tetapi yang komunikasi sekarang hampir di beberapa tempat seperti di tempat Jalan Dr. Supomo ini, sudah berhasil kita turunkan, kita rapikan,” jelasnya.

Dalam rangka mempercepat program tersebut, Pramono telah meminta Dinas Bina Marga bersama badan usaha milik daerah (BUMD) di lingkungan Pemprov DKI Jakarta menyiapkan perencanaan penataan jaringan utilitas secara menyeluruh dan berjangka panjang.

Ia menekankan agar penanganan kabel tidak dilakukan secara terpisah-pisah. Menurutnya, dibutuhkan kolaborasi antarpemangku kepentingan agar penataan jaringan utilitas dapat berjalan lebih efektif dan mencakup seluruh wilayah yang membutuhkan.

"Maka untuk itu, Pemerintah DKI Jakarta melalui Dinas Bina Marga dan juga bekerja sama dengan badan usaha-badan usaha yang ada, yang tentunya adalah swasta, ingin melakukan penanganan, penyelesaian merapikan kabel-kabel yang ada di atas menjadi turun ke bawah," pungkasnya.

           

Network:
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNpos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

Email:fajarindonesianetwork@gmail.com