Bejatnya Oknum Guru di Jombang, Setubuhi Siswinya hingga 13 Kali Sejak Masih Usia 16 Tahun
Seorang guru berinisial SMD dilaporkan ke Polres Jombang, Jawa Timur, atas dugaan melakukan pencabulan dan persetubuhan terhadap seorang siswinya.
fin.co.id - Seorang guru berinisial SMD dilaporkan ke Polres Jombang, Jawa Timur, atas dugaan melakukan pencabulan dan persetubuhan terhadap seorang siswinya.
Korban kini telah berusia 19 tahun dan sudah lulus sekolah. Dugaan tindakan asusila tersebut disebut terjadi sejak korban masih berusia 16 tahun dan duduk di kelas X SMA.
Kuasa hukum korban menyebut perbuatan itu diduga berlangsung berulang kali dalam kurun waktu hampir tiga tahun. Sedikitnya terdapat 13 kejadian yang dilaporkan, dengan rentang waktu sejak September 2023 hingga Agustus 2026.
Laporan terhadap SMD telah diterima Polres Jombang melalui Surat Tanda Penerimaan Laporan (STPL) Nomor STPL/B/279/VIII/2026/SPKT/POLRES JOMBANG/POLDA JAWA TIMUR tertanggal 8 Agustus 2026.
Baca Juga
Kuasa hukum korban, Wahju Prijo Djatmiko, mengatakan dugaan tindakan asusila tersebut diduga terjadi karena terlapor memanfaatkan kedekatan dengan korban maupun keluarganya.
Wahju menyebut korban sebenarnya telah beberapa kali menolak tindakan SMD. Namun, penolakan tersebut diduga tidak diindahkan.
"Klien kami mengalami tindakan tidak senonoh berulang kali bukan di tempat umum, melainkan dilakukan di ruang yang seharusnya menjadi tempat mendidik dan melindungi anak di sekolah," ucap Wahju, Senin 7 September lalu.
Manfaatkan Kedekatan dengan Korban
Menurut Wahju, SMD yang berasal dari Bandar Kedungmulyo, Jombang, diduga menggunakan posisinya sebagai guru sekaligus kedekatan dengan keluarga korban untuk melancarkan aksinya.
Baca Juga
Ia mengatakan dugaan perbuatan tersebut mulai terjadi sekitar September 2023. Saat itu, korban masih berusia 16 tahun dan duduk di kelas X SMA.
SMD disebut pernah menjadi wali kelas korban ketika masih berada di jenjang SMP. Sekolah SMP dan SMA tersebut berada dalam satu kompleks di Kecamatan Bandar Kedungmulyo sehingga hubungan antara SMD dan korban masih berlanjut.
Kedekatan juga terjalin antara keluarga korban dengan SMD. Orang tua korban disebut mengenal SMD karena keluarga mereka kerap meminta air doa kepada terlapor.
"Dia (SMD) kan memang suka ceramah agama. Suka memberikan air doa ke keluarga korban. Berarti ada hubungan kaya guru spiritual gitu," terangnya.
Wahju mengatakan hubungan tersebut membuat korban dan orang tuanya menaruh kepercayaan serta hormat kepada SMD.
Berita Terkait
KPK Periksa 38 Saksi Kasus Korupsi Bansos Beras PKH