Nasional . 11/09/2026, 16:42 WIB
Penulis : Afdal Namakule | Editor : Afdal Namakule
fin.co.id - Pemerintah memastikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi belum akan mengalami kenaikan. Kebijakan tersebut dipertahankan untuk menjaga daya beli masyarakat, khususnya kelompok menengah ke bawah, di tengah pergerakan harga minyak dunia.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan pemerintah terus memantau perkembangan harga minyak mentah dunia sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto.
“Pemerintah sampai dengan hari ini memutuskan untuk tetap menjaga harga minyak subsidi tidak ada kenaikan,” kata Bahlil di Jakarta, Jumat 11 September 2026.
Bahlil mengakui keputusan mempertahankan harga BBM subsidi bukan perkara mudah. Pasalnya, ketika harga minyak dunia meningkat, pemerintah harus menanggung konsekuensi berupa potensi bertambahnya kebutuhan anggaran subsidi.
“Memang ini adalah sesuatu yang tidak ringan, ini sesuatu yang berat. Kenapa? Karena pasti penambahan subsidinya nambah,” ujarnya.
Namun, pemerintah menilai perlindungan terhadap daya beli masyarakat menjadi pertimbangan yang lebih utama dalam menentukan harga energi.
“Bapak Presiden Prabowo berpandangan bahwa membela dan menjaga daya beli masyarakat untuk menengah ke bawah itu jauh lebih penting,” ungkap dia.
Untuk menjaga harga BBM tetap terjangkau, penambahan anggaran subsidi menjadi salah satu opsi yang dapat ditempuh pemerintah.
“Menambah anggaran subsidi saya pikir itu bagian daripada langkah yang kita lakukan,” tuturnya.
Harga Minyak Dunia Masih Dipantau
Bahlil mengungkapkan harga minyak mentah Indonesia atau Indonesian Crude Price (ICP) saat ini berada di kisaran 106–108 dolar AS per barel. Jika dikonversi, nilainya sekitar Rp1,87 juta hingga Rp1,9 juta per barel.
Sementara rata-rata ICP sejak Januari hingga September 2026 masih berada di rentang 85–90 dolar AS per barel atau sekitar Rp1,50 juta hingga Rp1,58 juta per barel.
“Jadi masih, overall masih oke,” ucap Menteri ESDM.
Kebijakan mempertahankan harga BBM subsidi ini sebenarnya bukan keputusan baru. Pada 4 Agustus 2026, Bahlil juga menyampaikan Presiden Prabowo telah memerintahkan agar harga BBM bersubsidi tidak dinaikkan meski harga minyak mentah dunia mengalami dinamika.
Hingga awal September 2026, harga Pertalite sebagai BBM penugasan masih Rp10.000 per liter. Sementara Solar subsidi tetap Rp6.800 per liter.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media