Hukum dan Kriminal

11 Tahun Simpan Dendam Ibunya Dibunuh, Pria di Sampang Bacok Nelayan Hingga Tewas

Peristiwa tersebut terjadi pada 2015. Ibu AN meninggal dunia setelah menjadi korban penganiayaan berat yang dilakukan Hasan.

11 Tahun Simpan Dendam Ibunya Dibunuh, Pria di Sampang Bacok Nelayan Hingga Tewas
Ilustrasi pembacokan

fin.co.id - Seorang nelayan bernama Muhammad Hasan (46), warga Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur, tewas mengenaskan setelah dibacok saat melintas di Jalan Proyek, Dusun Pesisir, Desa Dharma Camplong, Kecamatan Camplong, Kamis 10 September dini hari.

Polisi mengungkap pembunuhan tersebut ternyata dilatarbelakangi dendam lama. Pelaku berinisial AN (27) disebut menyimpan dendam terhadap Hasan selama 11 tahun karena korban sebelumnya diduga terlibat dalam penganiayaan yang menyebabkan ibu kandungnya meninggal dunia.

Peristiwa tersebut terjadi pada 2015. Ibu AN meninggal dunia setelah menjadi korban penganiayaan berat yang dilakukan Hasan.

Hasan kemudian menjalani hukuman penjara atas kasus tersebut. Namun, setelah bebas dari penjara, dendam AN terhadap korban tidak ikut berakhir.

"Setelah korban keluar (dari penjara), AN memiliki niat membalas dendam atas kepergian ibunya," ujar Kapolres Sampang AKBP Anang Hardiyanto saat memberikan keterangan pers, Jumat 11 September 2026.

Pelaku Mengintai Korban Selama Sebulan

AN rupanya tidak langsung menjalankan aksinya. Polisi menyebut pelaku terlebih dahulu memantau aktivitas Hasan selama sekitar satu bulan.

Pengintaian itu dilakukan sejak Agustus 2026. AN mempelajari kebiasaan korban, termasuk waktu Hasan pergi melaut, jalur yang biasa dilewati hingga lokasi korban memarkirkan sepeda motornya setelah kembali dari laut.

Setelah mengetahui rutinitas korban, AN kemudian menentukan waktu untuk menjalankan aksi balas dendamnya.

Pembunuhan terjadi sekitar pukul 01.30 WIB pada Kamis 10 September. Saat itu Hasan baru selesai melaut dan telah memarkirkan perahunya.

Hasan kemudian mengambil sepeda motor dan melintas di Jalan Proyek. Di lokasi tersebut, AN menghadang korban dan langsung melakukan penganiayaan.

"Korban dianiaya oleh pelaku hingga korban terkapar. Lalu pelaku pergi," terang AKP Eko Puji Waluyo.

Dalam aksinya, AN menggunakan sebilah celurit. Senjata tersebut memiliki panjang pisau 33 sentimeter dan lebar 3,5 sentimeter. Celurit itu dilengkapi gagang kayu berwarna cokelat dengan panjang 14 sentimeter.

Hasan Tewas di Lokasi

Akibat serangan tersebut, Hasan mengalami sejumlah luka bacok. Luka ditemukan di kepala bagian kiri, pipi kiri, bahu kanan, serta bagian perut dan pinggul.

Berita Terkait