Nasional . 12/09/2026, 22:34 WIB
Penulis : Derry Sutardi | Editor : Derry Sutardi
fin.co.id - Pemerintah terus memperluas pembangunan infrastruktur digital untuk memastikan masyarakat di berbagai wilayah Indonesia bisa mendapatkan akses telekomunikasi yang semakin merata.
Terbaru, cakupan layanan seluler di wilayah berpopulasi disebut telah mencapai 98,9 persen.
Meski angkanya sudah mendekati 100 persen, pemerintah menegaskan pekerjaan pembangunan konektivitas digital belum selesai. Masih ada sejumlah wilayah yang belum terjangkau jaringan atau mengalami blank spot.
Direktur Jenderal Infrastruktur Digital Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) Wayan Toni Supriyanto mengatakan, perluasan konektivitas menjadi salah satu bagian penting dalam pembangunan infrastruktur digital nasional.
Hal tersebut disampaikan Wayan saat membuka Turnamen Mini Soccer Menkomdigi CUP 2026 yang digelar IndoTelko Group di Stadion Soemantri Brodjonegoro, Kuningan, Jakarta Selatan, Sabtu, 12 September 2026.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Bhakti Postel ke-81.
Menurut Wayan, pencapaian cakupan jaringan seluler sebesar 98,9 persen di wilayah berpopulasi merupakan perkembangan penting.
Namun, pemerintah tidak ingin pencapaian tersebut membuat upaya pemerataan konektivitas berhenti.
Masih adanya wilayah yang belum mendapatkan layanan seluler menjadi pekerjaan rumah yang harus diselesaikan.
Pemerintah Kejar Wilayah Blank Spot
Pemerintah kini terus mencari berbagai pendekatan untuk menghilangkan wilayah blank spot. Kondisi geografis Indonesia yang sangat luas dan beragam membuat pembangunan jaringan telekomunikasi tidak bisa dilakukan dengan satu metode yang sama di semua daerah.
Karena itu, pemerintah menyiapkan pemanfaatan berbagai infrastruktur dan teknologi sesuai dengan karakteristik wilayah yang akan dilayani.
Wayan menyebut upaya tersebut antara lain dilakukan melalui Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (Bakti) serta pemanfaatan teknologi satelit.
Teknologi tersebut menjadi salah satu pilihan untuk menghadirkan konektivitas di daerah yang sulit dijangkau pembangunan jaringan terestrial.
Dengan pendekatan yang lebih fleksibel, masyarakat di wilayah terpencil diharapkan tetap bisa memperoleh akses komunikasi dan internet.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media