Nasional . 12/09/2026, 05:58 WIB
Penulis : Afdal Namakule | Editor : Afdal Namakule
fin.co.id -Presiden Prabowo Subianto tiba di New Delhi, India, Jumat malam, 11 September 2026 waktu setempat. Kedatangan Prabowo untuk menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) BRICS yang digelar pada 12-13 September 2026.
Pesawat yang membawa Prabowo mendarat di Pangkalan Angkatan Udara India (AFS) Palam. Setibanya di lokasi, Prabowo mendapat penyambutan singkat dari pemerintah India.
Prosesi penyambutan dilakukan di ujung tangga pesawat. Pasukan jajar kehormatan berdiri di kedua sisi karpet merah.
Menteri Batu Bara dan Pertambangan India Satish Chandra Dubey turut hadir mewakili pemerintah India untuk menyambut kedatangan Prabowo.
Setelah berjabat tangan dan berbincang singkat dengan pejabat India di apron AFS Palam, Prabowo kemudian meninggalkan pangkalan udara menuju hotel.
Dalam kunjungan tersebut, Prabowo didampingi Menteri Luar Negeri Sugiono dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.
India Sebut Indonesia Mitra Kunci BRICS
Satish Chandra Dubey menyambut positif kemitraan India dan Indonesia dalam forum BRICS. Menurutnya, kerja sama kedua negara ikut memperkuat suara negara-negara berkembang di tingkat global.
"India dan Indonesia sebagai mitra kunci di antara negara-negara berkembang dan kawasan Indo-Pasifik, sama-sama memilih pendekatan kerja sama, pertumbuhan yang inklusif, dan kemakmuran bersama," kata Dubey dalam siaran resminya selepas menyambut kedatangan Presiden Prabowo.
India yang menjadi pemimpin BRICS tahun ini bertindak sebagai tuan rumah KTT ke-18 BRICS. Pertemuan para pemimpin negara tersebut dijadwalkan berlangsung di Bharat Mandapam, New Delhi.
Lebih dari 20 pemimpin negara, baik anggota BRICS, negara pengamat maupun pimpinan organisasi internasional, telah tiba di New Delhi untuk mengikuti pertemuan tersebut.
Sejumlah tokoh yang dijadwalkan menghadiri KTT BRICS antara lain Presiden Rusia Vladimir Putin, Presiden China Xi Jinping, Presiden Iran Masoud Pezeshkian, Presiden Mesir Abdel Fattah El-Sisi, Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim, Presiden Filipina Ferdinand R. Marcos Jr., serta Presiden Afrika Selatan Matamela Cyril Ramaphosa.
Selain kepala negara dan pemerintahan, sejumlah pimpinan organisasi internasional juga hadir. Mereka di antaranya Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres, Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus, Direktur Jenderal WTO Ngozi Okonjo-Iweala, Presiden New Development Bank (NDB) Dilma Rousseff, dan Presiden Asian Infrastructure Investment Bank Zou Jiayi. *
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media