Nasional

Ini Dereta Ucapan Prabowo yang Tak Pantas Saat Pidato: Dari Ndasmu hingga Goblok

Dalam sejumlah kesempatan sebelumnya, ia juga menggunakan berbagai istilah atau ungkapan yang dianggap kasar, nyeleneh, atau tidak lazim digunakan dalam pidato seorang kepala negara.

Ini Dereta Ucapan Prabowo yang Tak Pantas Saat Pidato: Dari Ndasmu hingga Goblok
Presiden Prabowo Subianto memberikan sambutan pada peringatan HUT ke-28 Partai Amanat Nasional (PAN) di JCC Senayan, Jakarta, Jumat (18/9/2026). (BPMI Sekretariat Presiden)

Kalimat tersebut muncul ketika Prabowo masih menjadi calon presiden pada masa kampanye Pilpres 2024.

Saat itu, Prabowo merespons penilaian Anies Baswedan yang memberikan nilai 11 dari 100 terhadap kinerjanya. Prabowo mengatakan dirinya tidak mempersoalkan penilaian tersebut.

“Kemarin saya dapat penilaian dari seorang yang kalian tahulah siapa. Saya dikasih penilaian 11 dari 100. Jawaban saya, jawaban seorang anak Betawi: kalau dari ente, mah, emang gue pikirin?” kata Prabowo saat bertemu relawan di Pekanbaru pada Januari 2024.

Ungkapan tersebut kemudian menjadi salah satu ciri khas gaya komunikasi Prabowo selama masa kampanye.

3. “Tolol” dan “Bajingan”

Pada Februari 2025, Prabowo juga menggunakan kata “tolol” dan “bajingan” ketika bercerita mengenai pihak yang mengolok-olok dirinya.

Saat menghadiri Harlah ke-102 Nahdlatul Ulama di Istora Senayan, Jakarta, 5 Februari 2025, Prabowo mengatakan ada pihak yang menyebut dirinya “tolol”.

“Dan saudara-saudara jangan kira kami-kami ini bodoh, memang ada yang katakan saya ini tolol ada, nggak apa-apa,” kata Prabowo.

Ia kemudian melanjutkan dengan menyebut dirinya pernah disebut “bajingan yang tolol”. Dalam konteks tersebut, Prabowo sedang menceritakan sebutan yang diarahkan kepadanya, bukan menggunakan kata tersebut untuk menyerang pihak lain.

4. “Bajingan”

Kata “bajingan” kembali muncul dalam pidato Prabowo pada Juli 2026.

Dalam Puncak Peringatan Hari Koperasi Nasional ke-79, 12 Juli 2026, Prabowo menyinggung perilaku politisi dan mempertanyakan apakah seorang presiden boleh mengucapkan kata “bajingan”.

Ungkapan tersebut kemudian menjadi salah satu bagian yang ramai diperbincangkan dari pidatonya. Pada kesempatan lain, Prabowo juga menggunakan istilah “koruptor bajingan” ketika berbicara mengenai pemberantasan korupsi.

5. “Londo Ireng”

Pada Juli 2026, Prabowo kembali menggunakan istilah yang menuai kontroversi, yakni “londo ireng”.

Berita Terkait