Ekonomi

IHSG Melemah Saat Bursa Asia Menguat, Tekanan Global Kembali Membayangi

IHSG melemah 44,52 poin ke level 6.396 pada awal perdagangan Senin, sementara mayoritas indeks Bursa Asia menguat.

IHSG Melemah Saat Bursa Asia Menguat, Tekanan Global Kembali Membayangi
IHSG melemah 44,52 poin ke level 6.396 pada awal perdagangan Senin,

fin.co.id - Tekanan jual membuat IHSG turun 44,52 poin atau 0,69 persen ke level 6.396 hingga pukul 09:30 WIB pada perdagangan Senin, 21 September 2026. Kondisi tersebut terjadi ketika hampir seluruh indeks saham utama di Bursa Asia yang sudah membuka perdagangan justru bergerak menguat.

KOSPI (Korea Selatan), KOSDAQ (Korea Selatan), TW Weighted Index (Taiwan), Shenzhen Comp. (China), Hang Seng (Hong Kong), Shanghai Composite (China), CSI 300 (China), Straits Times (Singapura), Ho Chi Minh Stock Index (Vietnam), PSEi (Filipina), dan SETI (Thailand) berhasil menguat pagi hari ini. IHSG pun hanya ditemani KLCI (Malaysia) yang melemah pagi ini.

Data perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) setelah 30 menit perdagangan menunjukkan volume transaksi mencapai 6,29 miliar saham dengan nilai Rp2,61 triliun. Frekuensi transaksi tercatat sebanyak 467.830 kali, dengan 315 saham melemah, 234 saham menguat, dan 181 saham tidak bergerak.

Tekanan Global Bayangi Pergerakan IHSG

BRI Danareksa Sekuritas (BRIDS) mencermati sejumlah faktor yang memberikan tekanan terhadap IHSG pada perdagangan hari ini. Faktor tersebut meliputi tren higher for longer kebijakan moneter Federal Reserve, yield obligasi pemerintah Amerika Serikat (AS) tenor 10 tahun yang kembali menyentuh 5%, pelemahan nilai tukar rupiah, serta harga minyak yang masih tinggi.

Perhatian pasar pada pekan ini juga tertuju pada Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI) 22–23 September. Konsensus masih memperkirakan BI Rate berada di 5,75%.

Stabilisasi rupiah turut menjadi perhatian utama setelah The Fed dan bank sentral Jepang sama-sama menaikkan suku bunga acuan.

“Secara teknikal, IHSG masih berada dalam fase konsolidasi bearish setelah breakdown MA20 di 6.551 dan MACD mempertahankan bearish crossover,” papar BRI Danareksa. Dengan catatan selama mampu bertahan di atas support 6.390, terdapat peluang technical rebound menuju 6.585.

Adapun breakout di level tersebut membuka ruang menuju 6.705. Sebaliknya, breakdown 6.390 berisiko membawa IHSG menguji 6.220.

Saham–saham pilihan BRI Danareksa Sekuritas untuk perdagangan hari ini adalah ANTM, ITMG, dan ARCI.

Proyeksi IHSG dari Sejumlah Sekuritas

Phintraco Sekuritas menyebut konflik di Timur Tengah berpotensi masih akan berpengaruh terhadap pergerakan Indeks di bursa saham global, terutama melalui harga minyak, serta ekspektasi inflasi dan kenaikan suku bunga. Investor terus mencermati komentar sejumlah pejabat The Fed mengenai prospek kebijakan moneter selanjutnya.

“Secara teknikal, diperkirakan IHSG konsolidasi pada kisaran 6.400–6.550. Jika IHSG breakdown 6.400, maka ada kemungkinan menguji level 6.300–6.350,” mengutip analisis Phintraco.

Saham-saham pilihan Phintraco Sekuritas untuk perdagangan hari ini adalah ANTM, EMAS, MDKA, MBMA, SILO, dan TPIA.

Sementara itu, Mirae Asset Sekuritas memaparkan bahwa investor mencermati penuh RDG Bank Indonesia pada 22–23 September, khususnya respons BI terhadap tekanan rupiah dan kondisi likuiditas global. Selain itu, pergerakan rupiah, arus dana asing, harga minyak yang masih tinggi, serta perkembangan geopolitik akan menjadi faktor penting.

Berita Terkait