Politik . 22/09/2026, 22:16 WIB
Penulis : Mihardi | Editor : Mihardi
fin.co.id - Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Akhmad Wiyagus menilai penanggulangan tuberkulosis (TB) tidak semata-mata menjadi persoalan kesehatan. Menurutnya, penanganan penyakit tersebut juga berkaitan erat dengan produktivitas masyarakat dan ketahanan ekonomi keluarga.
Ia mengatakan, penanganan TB yang dilakukan secara menyeluruh dapat mencegah hilangnya waktu kerja produktif yang berpotensi memengaruhi pendapatan dan kesejahteraan rumah tangga.
"Masalah kesehatan juga bicara tentang produktivitas," kata Wiyagus dalam keterangannya di Jakarta, Selasa, 22 September 2026.
Pernyataan tersebut disampaikan Wiyagus saat Kunjungan Kerja Akselerasi Eliminasi TB dan Pemenuhan Standar Pelayanan Minimal (SPM) Kesehatan di RSUD dr. Soekardjo, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, Selasa.
Wiyagus menjelaskan, pemerintah daerah memiliki kewajiban memberikan pelayanan kepada masyarakat yang terduga TB sebagai bagian dari pemenuhan SPM Kesehatan. Ketentuan tersebut mengacu pada Peraturan Pemerintah Nomor 2 Tahun 2018.
Karena itu, ia mendorong agar anggaran penanganan TB di Kota Tasikmalaya digunakan secara optimal. Salah satu fokusnya adalah memperkuat upaya penemuan kasus secara aktif serta memperluas cakupan Kelurahan Siaga TB.
Saat ini, cakupan Kelurahan Siaga TB di Kota Tasikmalaya baru mencapai 49 persen atau mencakup 34 kelurahan. Wiyagus meminta cakupan tersebut terus diperluas hingga seluruh kelurahan di wilayah tersebut mendapatkan layanan dan dukungan penanganan TB.
Menurut dia, masa pengobatan TB yang dapat berlangsung selama tiga hingga enam bulan berpotensi mengganggu aktivitas dan produktivitas pasien. Dampaknya bisa semakin besar apabila pasien merupakan kepala keluarga yang harus menghentikan pekerjaan selama menjalani pengobatan.
"Kalau berhenti bekerja, perekonomian keluarga kan berkurang," jelasnya.
Wiyagus berharap penanganan TB yang terintegrasi di daerah tidak hanya membantu mengendalikan penyakit, tetapi juga mempertahankan produktivitas masyarakat dan memperkuat ketahanan ekonomi keluarga.
Upaya tersebut, lanjutnya, pada akhirnya dapat mendukung pertumbuhan ekonomi daerah dan memberikan kontribusi terhadap pencapaian visi Indonesia Emas 2045.
"Tentunya kalau ini bisa ditangani secara baik, kita yakin perekonomian keluarga akan meningkat, kemudian perekonomian di Tasikmalaya juga akan meningkat, Provinsi Jawa Barat akan meningkat, jadi daerah itu memberikan kontribusi yang sangat positif kepada sistem perekonomian nasional," tuturnya.
Kunjungan kerja tersebut turut dihadiri Wakil Menteri Kesehatan Benjamin Paulus Octavianus dan Wali Kota Tasikmalaya Viman Alfarizi.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media