Politik . 23/09/2026, 16:58 WIB

Gus Ipul Sebut Isu Risywah dan Intervensi di Muktamar NU sebagai Fitnah

Penulis : Mihardi  |  Editor : Mihardi

fin.co.id - Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Saifullah Yusuf alias Gus Ipul membantah isu mengenai dugaan risywah atau politik uang serta intervensi dalam pelaksanaan Muktamar NU.

Gus Ipul menilai berbagai informasi yang beredar di media sosial terkait Muktamar NU tidak sesuai dengan fakta. Menurut dia, tudingan tersebut juga tidak didukung bukti yang memadai.

"Banyak itu mengembangkan ada risywah, ada intervensi, ada hal-hal yang enggak dilakukan tapi dikabarkan. Itu sesungguhnya kan fitnah," kata Gus Ipul di Kompleks Istana Kepresidenan, Rabu, 23 September 2026.

Ia mengatakan PBNU kini masih melakukan konsolidasi setelah pelaksanaan Muktamar NU. Di tengah proses tersebut, muncul berbagai informasi yang dinilai simpang siur dan berpotensi menyesatkan publik.

Atas kondisi itu, PBNU mempertimbangkan langkah hukum terhadap pihak-pihak yang menyebarkan tudingan tanpa bukti. Langkah tersebut, kata Gus Ipul, juga menjadi bagian dari upaya tabayun atau klarifikasi.

"Untuk itu, kami sedang mempertimbangkan untuk menempuh jalur hukum bagi pihak-pihak yang menyebarkan fitnah, membangun opini tanpa bukti, dan sungguh-sungguh sangat menyesatkan," ujarnya.

Gus Ipul menegaskan pelaksanaan Muktamar NU berlangsung secara demokratis dan terbuka. Ia meminta berbagai informasi yang dianggap sebagai fitnah tidak mengaburkan proses yang telah berjalan.

"Muktamar berjalan dengan baik, demokratis, terbuka, yang menang bermartabat, yang kalah terhormat. Sudah bagus sekali. Untuk itu jangan dikotori dengan pendapat-pendapat yang justru bernuansa fitnah," tuturnya.

PBNU, lanjut Gus Ipul, juga berencana melayangkan somasi kepada sejumlah pihak. Sedikitnya tiga orang disebut masuk dalam rencana somasi tersebut.

"Ya kita akan lakukan somasi kepada beberapa pihak. Setidak-tidaknya ada tiga orang yang akan kita somasi. Jika tidak ada jawaban, nanti akan kita teruskan melalui proses hukum," ungkapnya.

Meski demikian, Gus Ipul belum menyebutkan siapa saja pihak yang akan menerima somasi. Ia mengatakan persoalan tersebut masih dibahas bersama penasihat hukum PBNU.

Ketika ditanya mengenai kemungkinan Gus Lilur termasuk pihak yang akan disomasi, Gus Ipul belum memberikan kepastian.

"Ya nanti besoklah ya, tunggu ya. Masih di dalam proses pembicaraan dengan penasihat hukum," ujarnya.

Gus Ipul juga merespons isu mengenai dugaan adanya aliran dana dalam pelaksanaan Muktamar NU. Ia meminta pihak yang menyampaikan tudingan tersebut dapat menunjukkan bukti.

"Nah itu kan fitnah itu. Ya, itu yang harus dibuktikan. Dan itu bahaya sekali itu kalau kemudian enggak terbukti. Menurut saya itu menyesatkan sekali," pungkasnya.

           

Network:
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNpos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

Email:fajarindonesianetwork@gmail.com