Politik . 24/09/2026, 18:23 WIB
Penulis : Esnoe Faqih Wardhana | Editor : Esnoe Faqih Wardhana
fin.co.id - Kedekatan publik dengan partai politik masih rendah, meski kepercayaan terhadap keberadaan parpol tercatat 49,7 persen. Survei nasional Poltracking Indonesia mencatat hanya 12,3 persen publik yang merasa dekat dengan partai politik, sedangkan 66,8 persen lainnya menyatakan tidak merasa dekat.
Pada konteks Pemilu Legislatif (Pileg), kecenderungan pilihan publik juga lebih mengarah kepada calon anggota legislatif (caleg) dibandingkan partai politik. Sebanyak 53,3 persen responden menyatakan lebih cenderung memilih caleg, sedangkan 24,7 persen lainnya menyatakan lebih cenderung memilih partai politik.
"Publik masih percaya terhadap keberadaan partai politik," kata Peneliti Poltracking Indonesia Yoki Alvetro saat dikonfirmasi ANTARA di Jakarta, Kamis, 24 September 2026.
Yoki menjelaskan maksud dan tujuan dari survei ini secara umum untuk mengukur peta elektoral dan dinamika partai politik terkini.
Dalam survei tersebut, sebanyak 49,7 persen publik menyatakan masih percaya terhadap keberadaan partai politik. Sementara itu, 37,1 persen menyatakan tidak percaya terhadap keberadaan parpol.
Meski hampir separuh responden masih menyatakan percaya, hanya 12,3 persen publik yang merasa dekat dengan partai politik. Sebaliknya, sebanyak 66,8 persen responden menyatakan tidak merasa dekat dengan partai politik.
Yoki mengatakan temuan dan analisa ini merupakan potret terbaru dari survei yang dilakukan pada pertengahan Agustus 2026.
"Berbagai kemungkinan tentang persepsi publik masih berpotensi terjadi, bergantung pada isu dan langkah-langkah strategis yang akan diambil oleh partai politik," tuturnya.
Pengambilan data lapangan dilakukan pada tanggal 14–20 Agustus 2026. Sampel pada survei ini adalah 1.220 responden dengan margin of error +/-2,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.
Klaster survei menjangkau 38 provinsi di seluruh Indonesia secara proporsional berdasarkan data jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT) 2024, sedangkan stratifikasi survei ini adalah proporsi jenis kelamin pemilih.
Pengumpulan data dilakukan oleh pewawancara terlatih melalui wawancara tatap muka terhadap responden yang telah terpilih secara acak serta dibantu teknologi aplikasi. Setiap pewawancara mewawancarai 10 responden untuk setiap satu desa/kelurahan terpilih.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media