Nasional

Kasus Keracunan MBG di Tulungagung Terus Diusut, Ratusan Siswa Jadi Korban, Apa Hasil Laboratorium?

Badan Gizi Nasional (BGN) mengambil langkah evaluasi setelah muncul laporan gangguan pencernaan yang dialami ratusan penerima manfaat program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Tulungagung, Jawa Timur.

Kasus Keracunan MBG di Tulungagung Terus Diusut, Ratusan Siswa Jadi Korban, Apa Hasil Laboratorium?
Viral Video Zat Klorin Bisa Bikin Manusia Keracunan

fin.co.id - Badan Gizi Nasional (BGN) mengambil langkah evaluasi setelah muncul laporan gangguan pencernaan yang dialami ratusan penerima manfaat program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Tulungagung, Jawa Timur.

BGN memutuskan untuk menghentikan sementara operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Tanjungsari 1, Tulungagung selama 20 hari. Penghentian ini dilakukan setelah sebanyak 198 siswa dan guru SMKN 1 Boyolangu mengalami keluhan gangguan pencernaan yang diduga berkaitan dengan makanan MBG.

Koordinator Wilayah BGN Tulungagung Habibi mengatakan, penghentian sementara bukan hanya dilakukan sebagai respons atas kejadian tersebut, tetapi juga menjadi bagian dari evaluasi dan pembinaan terhadap pengelola SPPG.

"Saat ini operasional SPPG Tanjungsari 1 sudah dihentikan sementara. Tidak ada lagi aktivitas produksi maupun distribusi MBG selama masa pembinaan," kata Habibi, Sabtu (26/9/2026).

Selama masa penghentian, dapur SPPG tersebut tidak diperbolehkan melakukan aktivitas produksi maupun mendistribusikan makanan MBG kepada penerima manfaat.

BGN Evaluasi SOP Produksi hingga Distribusi

Habibi menjelaskan, selama 20 hari masa penghentian, BGN akan melakukan pembinaan sekaligus mengevaluasi berbagai prosedur operasional.

Evaluasi dilakukan mulai dari proses produksi, pengolahan bahan makanan, hingga distribusi makanan kepada penerima manfaat.

Langkah ini dianggap penting karena program MBG tidak hanya berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan gizi, tetapi juga menyangkut keamanan pangan. Makanan yang diberikan kepada siswa harus dipastikan melalui proses pengolahan dan distribusi yang memenuhi standar.

"Selama penghentian sementara kami fokus pada peningkatan dan perbaikan SOP yang masih perlu disempurnakan," ujar Habibi.

Dengan adanya evaluasi tersebut, BGN berharap pengelola SPPG dapat memperbaiki berbagai aspek yang masih perlu ditingkatkan sebelum kembali menjalankan pelayanan.

Menu MBG Ikut Diperiksa

Selain mengevaluasi prosedur kerja dapur, BGN juga melakukan monitoring terhadap menu yang disajikan ketika kejadian gangguan pencernaan terjadi.

Menu MBG yang didistribusikan kepada siswa pada saat itu terdiri atas ayam bakar, sambal, dan buah anggur.

Berita Terkait