Nasional

Kasus Keracunan MBG di Tulungagung Terus Diusut, Ratusan Siswa Jadi Korban, Apa Hasil Laboratorium?

Badan Gizi Nasional (BGN) mengambil langkah evaluasi setelah muncul laporan gangguan pencernaan yang dialami ratusan penerima manfaat program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Tulungagung, Jawa Timur.

Kasus Keracunan MBG di Tulungagung Terus Diusut, Ratusan Siswa Jadi Korban, Apa Hasil Laboratorium?
Viral Video Zat Klorin Bisa Bikin Manusia Keracunan

Komposisi menu tersebut turut menjadi bagian dari evaluasi BGN. Habibi menyebut kombinasi makanan tersebut berpotensi menimbulkan gangguan pencernaan pada sebagian orang yang memiliki kondisi kesehatan tertentu atau sensitivitas terhadap jenis makanan tertentu.

"Menu seperti itu berpotensi menimbulkan gangguan pencernaan pada orang dengan kondisi kesehatan tertentu. Karena itu kami evaluasi agar penyusunan menu lebih memperhatikan faktor keamanan dan kesesuaian konsumsi," katanya.

Pernyataan tersebut menjadi bagian dari evaluasi internal BGN. Sementara itu, penyebab pasti gangguan kesehatan yang dialami para penerima manfaat masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium.

198 Siswa dan Guru Mengalami Keluhan

Dinas Kesehatan Tulungagung sebelumnya mencatat terdapat 198 siswa dan guru SMKN 1 Boyolangu yang mengalami keluhan gangguan pencernaan.

Data tersebut diperoleh melalui surveilans epidemiologi yang dilakukan setelah muncul laporan mengenai kondisi kesehatan para penerima manfaat.

Jumlah tersebut membuat kejadian ini mendapatkan perhatian karena berkaitan dengan program MBG yang menyasar peserta didik.

Namun, hubungan antara makanan MBG dengan keluhan yang dialami para siswa dan guru masih perlu dibuktikan melalui pemeriksaan lebih lanjut.

Pemeriksaan laboratorium menjadi salah satu tahapan penting untuk mengetahui apakah makanan yang dikonsumsi memiliki faktor yang dapat menyebabkan gangguan kesehatan atau terdapat penyebab lain.

Sampel Makanan Dikirim ke Laboratorium

Untuk mengetahui penyebab kejadian secara lebih jelas, sampel makanan yang dikonsumsi oleh para siswa telah dikirimkan ke Balai Besar Laboratorium Kesehatan Masyarakat (BBLKM) Surabaya.

Pemeriksaan laboratorium tersebut diharapkan dapat memberikan informasi mengenai kondisi sampel makanan yang diperiksa.

Hasil pengujian diperkirakan baru dapat diketahui dalam waktu sekitar dua pekan.

Sambil menunggu hasil laboratorium, BGN memilih melakukan langkah pencegahan dengan menghentikan sementara operasional SPPG Tanjungsari 1.

Berita Terkait