Internasional . 01/10/2026, 08:53 WIB
Penulis : Afdal Namakule | Editor : Afdal Namakule
"Dia terus berdoa sepanjang waktu dan tetap berkomunikasi dengan saya. Saya takut kami benar-benar akan kehilangan dia," katanya.
Kapten Pesawat Terluka
Kapten pesawat diketahui bernama Smit Machchhar, warga negara India. Netanyahu memuji keberanian Machchhar setelah insiden tersebut.
Menurut Netanyahu, meski mengalami luka serius akibat penusukan, Machchhar tetap berusaha melawan dan membuka pintu kokpit sehingga penumpang dan awak lainnya dapat masuk untuk melumpuhkan pelaku.
"Meski ditusuk dan mengalami luka serius, dia melawan, bertahan, membuka pintu kokpit dan memungkinkan penumpang serta awak pesawat melumpuhkan pelaku," kata Netanyahu.
"Dia menyelamatkan nyawa 174 orang, termasuk warga Israel dan warga negara lainnya," lanjutnya.
Kedutaan Besar India di Arab Saudi menyatakan Machchhar telah dirawat di rumah sakit dan kondisinya stabil.
Video yang beredar di media sosial memperlihatkan sejumlah penumpang berada di dalam pesawat dengan pakaian berlumuran darah setelah perkelahian di kokpit.
Pesawat Turun Ribuan Meter
Insiden tersebut membuat pesawat mengalami penurunan ketinggian yang sangat cepat. Berdasarkan data pelacakan penerbangan, pesawat Boeing 737 MAX 8 itu sempat turun dari ketinggian sekitar 33.000 kaki menjadi 17.000 kaki dalam waktu sekitar satu menit.
Seorang penumpang, Naama Bershadski, menggambarkan situasi tersebut sebagai pengalaman yang sangat menakutkan.
"Kami akan mati," kata Bershadski mengenang apa yang ada dalam pikirannya saat menutup mata dan berdoa.
Penumpang lainnya, Almog Italie, mengatakan pesawat tiba-tiba seperti jatuh dengan sangat keras.
"Tiba-tiba pesawat mulai jatuh, seperti turbulensi yang sangat besar, seperti gaya gravitasi yang sangat kuat, selama 20 atau 30 detik," ujarnya.
Dalam kondisi darurat, pilot pesawat sempat mengirimkan panggilan mayday kepada pengatur lalu lintas udara.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media