Internasional . 01/10/2026, 08:53 WIB
Penulis : Afdal Namakule | Editor : Afdal Namakule
Menurut seseorang yang mendengar komunikasi tersebut, suara pilot terdengar gemetar. Pilot melaporkan adanya pembajakan dan meminta agar ambulans disiapkan.
Pesawat sempat diarahkan untuk mencari tempat pendaratan sebelum akhirnya menuju Bandara Tabuk di Arab Saudi. Pesawat mendarat di bandara tersebut sekitar pukul 09.45 waktu setempat setelah sebelumnya mengirimkan sinyal darurat.
Israel sebelumnya juga sempat mengerahkan pesawat tempur karena adanya kekhawatiran pesawat tersebut dibajak.
Setelah pesawat mendarat, para penumpang akhirnya dapat melanjutkan perjalanan menuju Israel. Flydubai kemudian mengirimkan penerbangan untuk membawa para penumpang dari Tabuk menuju Tel Aviv.
Motif Serangan Masih Diselidiki
Pihak Flydubai menyatakan telah terjadi insiden di kokpit, tetapi motif dan penyebab pasti kejadian masih dalam penyelidikan.
"Pada tahap awal ini, alasan dan motif di balik peristiwa tersebut belum diketahui dan masih menjadi bagian dari penyelidikan resmi," kata Flydubai.
Maskapai tersebut juga meminta semua pihak tidak membuat spekulasi sebelum penyelidikan selesai.
Penumpang dalam penerbangan tersebut berasal dari sejumlah negara, termasuk Israel, India dan Uni Emirat Arab. Departemen Luar Negeri Amerika Serikat juga menyatakan terdapat empat warga negara AS dalam penerbangan tersebut.
Flydubai kemudian menyatakan penerbangan dari dan menuju Israel akan dihentikan sementara selama proses penyelidikan berlangsung.
Insiden tersebut terjadi ketika lalu lintas perjalanan menuju Israel sedang meningkat menjelang berakhirnya periode libur Hari Raya Yahudi. Selain itu, Israel dijadwalkan menggelar pemilu nasional pada 27 Oktober 2026, sehingga sebagian warga Israel diperkirakan melakukan perjalanan pulang untuk menggunakan hak pilihnya. *
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media