Internasional . 06/10/2026, 11:00 WIB
Penulis : Afdal Namakule | Editor : Afdal Namakule
fin.co.id - Kelompok Houthi atau Gerakan Ansar Allah di Yaman mengklaim melancarkan serangkaian serangan ke sejumlah fasilitas penting di Arab Saudi pada Senin, 5 Oktober 2026.
Serangan yang diklaim menggunakan rudal balistik, rudal jelajah, dan drone itu menyasar sejumlah bandara, fasilitas minyak milik Saudi Aramco, serta lokasi militer di wilayah Arab Saudi.
Juru Bicara Militer Houthi Yahya Saree mengatakan operasi tersebut dilakukan dalam tiga rangkaian serangan.
"Angkatan bersenjata Yaman melancarkan tiga operasi militer strategis dengan menggunakan sejumlah besar rudal balistik, rudal jelajah, dan pesawat nirawak/drone," kata Saree dalam pernyataannya, dikutip Selasa 6 Oktober 2026.
Dalam operasi pertama, Houthi mengklaim menargetkan Bandara Internasional King Khalid di Riyadh. Saree menyebut serangan tersebut mengenai sasaran dan mengganggu lalu lintas udara di sekitar bandara.
Operasi kedua disebut menyasar fasilitas kilang perusahaan minyak negara Saudi Aramco di Rabigh, Provinsi Makkah. Houthi mengklaim serangan tersebut menyebabkan kebakaran di fasilitas minyak tersebut.
"Operasi ketiga menargetkan Bandara Abha, Pangkalan Udara Khamis Mushait, Kamp Aqifa di Asir, serta sejumlah lokasi vital lainnya di Najran dan Jizan," kata Saree.
Houthi juga mengklaim serangan tersebut sebagai respons atas serangkaian serangan udara Saudi ke wilayah Yaman.
Menurut Saree, sekitar 60 serangan udara dan rudal Saudi menghantam sejumlah wilayah Yaman dalam 24 jam sebelum operasi Houthi dilakukan. Ia menyebut serangan tersebut menyasar Sanaa serta provinsi Al-Jawf, Taiz, Hajjah, Saada, dan Marib.
Pemerintah Arab Saudi mengecam serangkaian serangan yang dikaitkan dengan kelompok Houthi.
Kementerian Luar Negeri Saudi menyatakan kelompok tersebut terus menargetkan warga sipil serta fasilitas sipil dan ekonomi di berbagai wilayah kerajaan.
Saudi menyebut sejumlah wilayah yang menjadi sasaran serangan, antara lain Riyadh, Abha, Khamis Mushait, Jazan, Najran, Taif, dan Yanbu. Saudi juga menyatakan kapal-kapalnya di Laut Merah bagian selatan dan Selat Bab el-Mandeb menjadi sasaran.
Di sisi lain, koalisi pimpinan Saudi juga mengumumkan operasi militer terhadap target Houthi di wilayah Hodeidah, Yaman.
Juru bicara koalisi mengatakan pasukan mereka menghancurkan depot senjata, fasilitas penyimpanan kapal bermuatan bahan peledak, serta ranjau laut yang disebut mengancam jalur pelayaran di Laut Merah.
Eskalasi ini berlangsung ketika pasukan pemerintah Yaman yang didukung Saudi meningkatkan operasi untuk merebut kembali wilayah yang dikuasai Houthi, termasuk kawasan strategis di sekitar Selat Bab el-Mandeb.
Dalam pernyataannya, Yahya Saree juga mengeluarkan peringatan kepada maskapai internasional yang menggunakan wilayah udara Arab Saudi.
Houthi menyatakan wilayah udara Arab Saudi kini termasuk dalam area operasi militernya. Namun, kelompok tersebut mengecualikan wilayah udara di atas Makkah dan Madinah.
Peringatan tersebut muncul ketika konflik Yaman kembali mengalami eskalasi dan serangan lintas batas terhadap Arab Saudi meningkat.
Hingga laporan terbaru, klaim Houthi mengenai dampak serangan terhadap sejumlah target di Arab Saudi belum seluruhnya dapat diverifikasi secara independen. Pemerintah Saudi juga belum memberikan konfirmasi terperinci mengenai setiap klaim Houthi terkait sasaran dan kerusakan yang ditimbulkan.
Source: Reuters
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media