Ekonomi . 06/10/2026, 19:10 WIB
Penulis : Mihardi | Editor : Mihardi
fin.co.id - Presiden Prabowo Subianto blak-blakan mengaku terkejut saat mengetahui total Badan Usaha Milik Negara (BUMN) beserta anak cucunya ternyata mencapai 1.074 perusahaan, dengan mayoritas di antaranya membukukan kerugian. Guna menata ulang aset-aset tersebut, pemerintah mengambil langkah tegas dengan melakukan konsolidasi besar-besaran di bawah naungan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara).
“Kita punya tadinya sekian ribu BUMN, 1.074 BUMN. Kaget saya waktu saya jadi presiden,” kata Prabowo saat menghadiri acara penyerahan denda administratif dan penyelamatan keuangan negara serta penguasaan kembali kawasan hutan di Kejaksaan Agung, Jakarta, Selasa, 6 Oktober 2026.
“Pemahaman saya BUMN itu hanya 300. Waktu saya jadi presiden, saya ketemu BUMN itu 1.074. Sebagian besar rugi,” ujarnya.
“Saya konsolidasikan BUMN itu dalam satu manajemen, satu manajemen yaitu Danantara,” kata Prabowo.
“Daya, energi. Anagata, masa depan. Nusantara, tanah air kita,” ujarnya.
“Artinya, Danantara ini adalah dana yang merupakan kekuatan energi untuk masa depan bangsa Indonesia, untuk anak dan cucu kita,” kata Prabowo.
“Kekayaan kita banyak, sumber alam kita banyak. Kewajiban kita adalah menjaga dan mengelolanya,” ujarnya.
Melalui integrasi satu pintu di Danantara, pemerintah berkomitmen memperbaiki efisiensi operasional BUMN sekaligus mengamankan serta mengoptimalkan potensi kekayaan alam nasional demi keberlanjutan ekonomi generasi mendatang.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media