Politik . 11/10/2026, 07:30 WIB

Prof Henri Subiakto Ungkap Dulu Simpati ke Gibran, Kini Berubah setelah Curiga Ada Agenda Politik Jokowi

Penulis : Afdal Namakule  |  Editor : Afdal Namakule

fin.co.id - Guru Besar Universitas Airlangga (Unair), Prof Henri Subiakto, mengungkapkan dirinya pernah bersimpati kepada Gibran Rakabuming Raka karena menilai putra sulung Presiden ke-7 RI Joko Widodo itu memiliki kehidupan sederhana dan tidak menunjukkan ketertarikan terhadap politik.

Namun, pandangannya berubah setelah Gibran terjun ke politik, menjadi Wali Kota Solo, hingga maju sebagai calon wakil presiden pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024.

Pengalaman dan perubahan pandangannya tersebut disampaikan Henri melalui unggahan di media sosial X. Dalam cuitan berjudul “DULU SAYA SIMPATI KE GIBRAN”, Henri menceritakan awal mula kekagumannya terhadap Jokowi dan putranya sebelum akhirnya mempertanyakan arah politik keluarga tersebut.

Awalnya Kagum dengan Kesederhanaan Jokowi

Henri mengatakan dirinya telah mengenal Jokowi sebelum mantan Wali Kota Solo itu menjadi presiden. Menurut dia, kesederhanaan dan gaya komunikasi Jokowi menjadi alasan dirinya tertarik kepada sosok tersebut.

“Saya kenal pak Jokowi sebelum beliau jadi presiden. Saya kagum dengan penampilannya yg sederhana. Halus tutur katanya, dan nampak kelihatan sabar. Pak Jokowi itu berbeda dengan elit politik lain,” tulis Henri.

Ia menilai latar belakang Jokowi sebagai orang biasa menjadi daya tarik tersendiri di tengah dominasi tokoh-tokoh politik nasional yang memiliki latar belakang berbeda.

“Jokowi itu atributnya representasi rakyat kecil,” tulisnya.

Menurut Henri, citra kesederhanaan tersebut juga terlihat pada kehidupan anak-anak Jokowi, termasuk Gibran yang ketika itu dikenal menjalankan bisnis kuliner.

Pernah Satu Pesawat dengan Gibran

Henri juga menceritakan pengalamannya bertemu langsung dengan Gibran di bandara Solo. Saat itu, ia melihat Gibran bepergian ke Surabaya tanpa pengawalan khusus dan menggunakan penerbangan yang sama dengannya.

“Saya pun pernah ketemu di bandara Solo, Gibran nampak tidak dikawal dan pergi ke Surabaya seperti rakyat biasa. Naik satu pesawat dengan saya. Sama sama kena delay dan sempat kehujanan,” tulis Henri.

Pengalaman tersebut membuatnya menilai Gibran sebagai sosok yang tidak mengandalkan fasilitas khusus meskipun berstatus sebagai anak presiden.

Ia juga menyebut Gibran ketika itu dikenal sibuk mengelola bisnis martabak, sementara adiknya, Kaesang Pangarep, menjalankan bisnis pisang.

Namun, menurut Henri, pandangannya mulai berubah ketika Gibran memasuki dunia politik dan menjabat sebagai Wali Kota Solo.

           

Network:
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNpos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

Email:fajarindonesianetwork@gmail.com