IHSG Anjlok 8 Persen hingga Trading Halt, DPR Sambangi BEI dan Minta Bursa Berbenah
IHSG anjlok 8,01 persen hingga memicu trading halt. DPR meminta BEI memperbaiki kinerja dan mengakomodasi masukan MSCI.
fin.co.id - Gejolak pasar saham Indonesia mendorong DPR menggelar koordinasi bersama Bursa Efek Indonesia (BEI), Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Danantara, dan kepolisian pada Jumat, 16 Oktober 2026.
Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad meminta bursa terus melakukan perbaikan, setelah Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok hingga 8,01 persen dan memicu penghentian sementara perdagangan saham atau trading halt.
Dasco menyampaikan permintaan tersebut saat mengunjungi BEI. Dalam kesempatan itu, ia hadir bersama Ketua Dewan Komisioner OJK Frederica Widyasari dan Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto.
"Kami memonitor serta meminta kepada bursa untuk terus melakukan perbaikan-perbaikan," kata Dasco saat konferensi pers di BEI.
Baca Juga
Menurut Dasco, BEI juga perlu mengakomodasi masukan dari lembaga pemeringkat internasional, termasuk Morgan Stanley Capital International (MSCI). Ia menilai bursa sebenarnya telah menjalankan sejumlah proses untuk menindaklanjuti berbagai masukan tersebut.
Dasco Soroti Review MSCI dan Koordinasi Lintas Lembaga
Dasco menyoroti waktu penyampaian kajian MSCI yang menurutnya semula baru akan berlangsung pada November. Namun, pada Jumat dini hari Waktu Indonesia Barat (WIB), MSCI telah mengeluarkan semacam review.
"Sebenarnya bahwa bursa juga sudah melakukan proses-proses dalam rangka mengakomodir review-review yang sebenarnya baru akan di bulan November tetapi kemudian dalam hal ini OJK dan bursa sudah melakukan proses-proses tersebut," kata dia.
Untuk membahas perkembangan tersebut, DPR menggelar rapat koordinasi dengan BEI, OJK, Danantara, serta pihak kepolisian pada Jumat. Dasco menyatakan setiap pihak akan menyampaikan keterangan berdasarkan kewenangannya masing-masing.
"Semua pihak akan memberikan keterangan sesuai dengan porsi masing-masing," kata dia.
Baca Juga
IHSG Anjlok 8,01 Persen, Trading Halt Diberlakukan
Sebelumnya, IHSG di BEI mengalami penurunan tajam pada perdagangan Jumat pagi. Indeks melemah 469,86 poin atau 8,01 persen ke posisi 5.393,92 sehingga perdagangan saham dihentikan sementara atau mengalami trading halt.
Pada saat yang sama, kelompok 45 saham unggulan yang tergabung dalam Indeks LQ45 juga turun 49,14 poin atau 8,33 persen ke posisi 540,95.
Penurunan tersebut dipicu pengumuman MSCI yang membuka konsultasi mengenai perubahan klasifikasi pasar modal Indonesia, dari Emerging Market menjadi Standalone Market.
Sementara itu, Head of Research Kiwoom Sekuritas Indonesia Liza Camelia Suryanata menjelaskan sejumlah level teknikal yang perlu diperhatikan di tengah tekanan terhadap IHSG.