Politik . 16/10/2026, 17:17 WIB
Penulis : Esnoe Faqih Wardhana | Editor : Esnoe Faqih Wardhana
fin.co.id - Keluhan warga yang terdampak kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla), termasuk anak-anak yang mengalami sesak napas, menjadi perhatian Anggota Komisi IX DPR RI Irma Suryani Chaniago.
Ia pun mendesak pemerintah segera menetapkan status Kejadian Luar Biasa (KLB) Karhutla di wilayah dengan dampak terparah, terutama Kalimantan Tengah (Kalteng), karena kondisi yang terjadi dinilai telah membahayakan kesehatan dan keselamatan masyarakat.
“Hari ini saya minta kemenkes untuk menetapkan wilayah Kalteng sebagai wilayah KLB Karhutla. Saya juga sudah meminta Kemenkes menambah SDM kesehatan dan obat-obatan di wilayah terdampak Karhutla yang kondisinya sangat parah,” papar Irma, Jumat, 16 Oktober 2026.
Selain penetapan status KLB, Irma meminta pemerintah mengidentifikasi daerah-daerah yang penduduknya terus terpapar asap Karhutla. Menurut dia, pemetaan tersebut perlu disertai langkah pertolongan sejak dini dan jaminan keberlanjutan perawatan bagi warga yang mengalami penurunan kondisi kesehatan.
“Tentunya dengan menyediakan pertolongan sejak awal, dan menjaga kesinambungan perawatan bagi mereka yang kondisinya memburuk,” ucap Irma.
Irma, yang juga merupakan anggota Komisi Kesehatan dan Ketenagakerjaan DPR, mendorong Kementerian Kesehatan (Kemenkes) berkoordinasi dengan dinas kesehatan di daerah terdampak. Koordinasi itu diperlukan agar data kualitas udara dapat menjadi acuan dalam mempersiapkan layanan kesehatan sesuai tingkat paparan dan kebutuhan penduduk.
Daerah dengan paparan asap tinggi, lanjutnya, perlu mendapat dukungan tambahan berupa tenaga kesehatan, persediaan medis, serta kapasitas rujukan yang memadai. Kesiapan pelayanan tersebut juga harus menyesuaikan perkembangan kondisi di lapangan.
"Warga perlu mengetahui langkah perlindungan yang sesuai dan tempat memperoleh pertolongan. Pelayanan kesehatan harus siap mengikuti perubahan keadaan, termasuk ketika paparan asap Karhutla yang berlangsung berkepanjangan,” sebutnya.
Perhatian khusus juga diminta untuk kelompok masyarakat yang lebih rentan terhadap dampak asap, meliputi bayi, anak-anak, ibu hamil, lanjut usia (lansia), serta warga dengan penyakit pernapasan maupun kondisi kesehatan lain yang meningkatkan kerentanan.
Desakan tersebut muncul di tengah keluhan masyarakat di sejumlah daerah terdampak mengenai buruknya kondisi asap Karhutla. Sejumlah warga bahkan memperlihatkan kondisi anak-anak mereka yang mengalami sesak napas dan membutuhkan bantuan tambahan.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media