Ekonomi . 16/10/2026, 20:19 WIB
Penulis : Mihardi | Editor : Mihardi
fin.co.id - Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Kabupaten Bogor belum beroperasi secara menyeluruh. Hingga Jumat, 16 Oktober 2026, baru 46 gerai yang tercatat beroperasi, sementara pemerintah daerah masih mengidentifikasi berbagai hambatan, mulai dari persoalan operasional hingga ketersediaan lahan.
Wakil Bupati Bogor, Ade Ruhandi atau Jaro Ade, mengatakan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor terus menghimpun masukan dari para pengelola KDMP untuk mengetahui kendala yang perlu segera ditangani.
“Dari 46 yang sudah beroperasi, kami mendengarkan aspirasi pengelola, termasuk kendala-kendala di lapangan, ini yang harus dibenahi bersama,” katanya, Jumat, 16 Oktober 2026.
Selain persoalan operasional, ketersediaan lahan menjadi salah satu tantangan dalam mempercepat pembangunan KDMP. Pemkab Bogor telah membentuk satuan tugas untuk mendata lahan potensial, termasuk lahan yang berkaitan dengan Perhutani, taman nasional, dan PTP.
Namun, tidak semua lahan yang berpotensi dimanfaatkan merupakan aset milik pemerintah. Kondisi tersebut membuat Pemkab perlu mencari solusi agar pembangunan koperasi bisa menjangkau seluruh wilayah.
“Ada lahan, tetapi bukan aset pemerintah. Sementara itu, masyarakat ingin KDMP segera dibangun,” katanya.
Jaro Ade mengatakan berbagai aspirasi dan kendala tersebut akan diteruskan kepada pemerintah pusat untuk dicarikan jalan keluar. Pemkab Bogor menargetkan pembangunan KDMP dapat direalisasikan di seluruh 416 desa dan 19 kelurahan.
“Harapan kami, pembangunan KDMP di 416 desa dan 19 kelurahan bisa segera diselesaikan,” ujarnya.
Pemkab Bogor juga menerima aspirasi agar KDMP dapat berperan dalam memasok kebutuhan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Usulan tersebut menjadi salah satu hal yang ditampung pemerintah daerah dalam pengembangan peran koperasi di tingkat desa dan kelurahan.
Sandika Fadila Rusdan/Disway Bogor
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media