Nasional . 18/10/2026, 21:29 WIB
Penulis : Esnoe Faqih Wardhana | Editor : Esnoe Faqih Wardhana
Selain penerbangan domestik berjadwal, kabut asap turut menyebabkan pembatalan 14 penerbangan internasional. Sebanyak 12 penerbangan Singapura–Pontianak pulang pergi pada 12–23 September 2026 dibatalkan akibat asap di Bandar Udara Supadio.
Dua penerbangan internasional lainnya, yakni rute Singapura–Palembang pulang pergi pada 15 Oktober 2026, juga dibatalkan karena asap di Bandar Udara Sultan Mahmud Badaruddin II.
Pada penerbangan perintis, kabut asap menyebabkan pembatalan 22 penerbangan pada 16 Oktober 2026, termasuk dua penerbangan kargo. Pembatalan tersebut terdiri atas enam penerbangan di Korwil Singkep, empat penerbangan di Korwil Kuala Pembuang, enam penerbangan di Korwil Tanah Merah, dan enam penerbangan di Korwil Gorontalo.
Kemenhub juga mencatat 20 penerbangan berjadwal dalam negeri dibatalkan akibat faktor selain karhutla. Penyebabnya mencakup abu vulkanik Gunung Lewotolok dan Gunung Dukono, cuaca buruk, angin kencang, serta perawatan dan gangguan teknis pesawat.
Untuk mengantisipasi gangguan, Ditjen Perhubungan Udara meminta penyelenggara bandar udara di wilayah terdampak menerapkan sejumlah langkah mitigasi. Upaya tersebut meliputi penerapan Low Visibility Procedures (LVP) bersama AirNav Indonesia dan BMKG, penerbitan NOTAM, serta peningkatan kesiagaan operasional sisi udara.
Penyelenggara bandar udara juga diminta mengoptimalkan pelayanan penumpang di terminal, terutama dalam penyampaian informasi penerbangan dan penyediaan masker.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media