Ekonomi . 20/10/2026, 19:23 WIB

Ekonomi Global Penuh Ketidakpastian, FWD Insurance Ungkap Strategi Hadapi Tantangan 2027

Penulis : Mihardi  |  Editor : Mihardi

fin.co.id - Ketidakpastian ekonomi global, perkembangan teknologi, dan perubahan perilaku konsumen menjadi sejumlah faktor yang diperkirakan memengaruhi kondisi ekonomi pada 2027. Situasi tersebut mendorong masyarakat, pelaku usaha, dan industri keuangan untuk menyiapkan strategi yang lebih matang dalam menghadapi berbagai kemungkinan.

Untuk membahas prospek ekonomi sekaligus mengidentifikasi peluang di tengah perubahan tersebut, PT FWD Insurance Indonesia (FWD Insurance) menggelar FWD Economic Outlook 2027 bertajuk “Navigating Tomorrow with Confidence”. Forum tersebut menghadirkan pandangan dari regulator, lembaga keuangan, ekonom, dan lembaga riset mengenai perkembangan ekonomi, perubahan kebutuhan konsumen, serta strategi untuk menghadapi tantangan pada tahun mendatang.

Direktur Utama FWD Insurance Jeffrey Woo mengatakan, perubahan ekonomi memiliki dampak langsung terhadap keputusan finansial individu dan keluarga. Karena itu, pemahaman mengenai kebutuhan masyarakat menjadi bagian penting dalam penyediaan solusi perlindungan yang sesuai.

"Perubahan ekonomi tidak hanya berbicara mengenai angka dan indikator, tetapi juga tentang individu dan keluarga yang sedang mengambil keputusan untuk masa depan mereka. Di FWD Insurance, kebutuhan nasabah selalu menjadi pusat dari apa yang kami lakukan," katanya dalam keterangannya, Selasa, 20 Oktober 2026.

Dia mengatakan, hal ini dapat diwujudkan melalui berbagai upaya untuk memahami aspirasi dan kebutuhan masyarakat, termasuk melalui studi bersama Ipsos yang menemukan bahwa perencanaan masa depan dan ketenangan batin menjadi pendorong utama kepemilikan asuransi. Studi tersebut juga menunjukkan bahwa agen memegang peranan penting dalam membantu masyarakat memahami manfaat perlindungan dan memengaruhi keputusan pembelian asuransi.

"Dengan pemahaman yang lebih baik terhadap nasabah, kami dapat terus menghadirkan solusi dan dukungan yang relevan di tengah perubahan," pungkasnya.

Jeffrey Woo berharap, wawasan yang disampaikan dalam ini dapat menjadi bahan pertimbangan bagi masyarakat, pelaku industri, dan dunia usaha dalam menyikapi perubahan ekonomi.

“Hal ini juga sejalan dengan visi FWD Insurance yaitu mengubah cara pandang masyarakat terhadap asuransi. Dengan memberikan perspektif yang dapat membantu masyarakat mempersiapkan dan merencanakan kebutuhan mereka di masa depan, sehingga dapat menjalani hidup dengan lebih percaya diri,” tutup Jeffrey.

Deputi Komisioner Pengawas Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Iwan Pasila, turut menyoroti tantangan yang dihadapi industri asuransi jiwa di tengah transformasi digital dan perubahan kondisi ekonomi. Perkembangan industri keuangan di tengah perubahan kondisi ekonomi dan transformasi digital menghadirkan berbagai peluang sekaligus tantangan bagi industri asuransi jiwa.

"Regulator dan Industri Perasuransian perlu berkolaborasi untuk melakukan penguatan pengelolaan risiko, peningkatan kapasitas, dan peningkatan kemampuan SDM yang ada untuk dapat tumbuh sehat dan berkelanjutan di tengah tantangan yang ada. Upaya ini diharapkan dapat menciptakan industri perasuransian yang lebih sehat, inklusif, inovatif, dan berkelanjutan sehingga mampu memberikan perlindungan yang optimal bagi masyarakat sekaligus berkontribusi bagi pertumbuhan ekonomi nasional," terangnya.

Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Anggito Abimanyu diwakili oleh Direktur Eksekutif Surveilans, Pemeriksaan, dan Pengaturan Bank LPS, Ridwan Nasution mengatakan, pentingnya kepercayaan dalam mendukung pencapaian target pertumbuhan ekonomi sebesar 6% pada 2027. Menurutnya, tingkat kepercayaan yang lebih tinggi dapat memengaruhi biaya pembiayaan, keputusan investasi, hingga produktivitas pemanfaatan sumber daya.

“Ketika kepercayaan meningkat, risk premium menurun, biaya pembiayaan juga akan menurun, investasi meningkat, dan sumber daya dapat dialokasikan secara lebih produktif,” ujarnya.

Ia juga menyoroti pentingnya integritas dalam menjaga kepercayaan terhadap pasar modal. Menurutnya, kualitas pasar tidak semestinya hanya dinilai dari pergerakan harga, tetapi juga dari transparansi, keadilan, likuiditas, dan keandalan sistemnya.

“Pasar modal yang kredibel bukan pasar yang selalu naik, melainkan pasar yang transparan, adil, likuid, dan dapat dipercaya ketika harga naik maupun turun,” katanya.

Ekonom senior Agustinus Prasetyantoko memaparkan prospek perekonomian dunia dan Indonesia di tengah perkembangan global yang terus berubah. Pembahasannya mencakup proyeksi pertumbuhan, potensi risiko, serta berbagai ketidakpastian yang dapat memengaruhi arah kebijakan ekonomi.

           

Network:
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNpos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

Email:fajarindonesianetwork@gmail.com