Nasional . 20/10/2026, 07:57 WIB
Penulis : Wanda Afifah | Editor : Wanda Afifah
Selain memantau cuaca di berbagai kota, BMKG turut mencermati keberadaan Siklon Tropis Champi di Laut Filipina, sebelah timur Filipina.
Siklon tersebut memiliki tekanan pusat 935 hektopascal (hPa). Sementara itu, kecepatan angin maksimum di sekitar pusat siklon mencapai 50 meter per detik atau sekitar 100 knot.
BMKG memperkirakan Siklon Tropis Champi berpotensi memberikan dampak tidak langsung terhadap wilayah Indonesia. Dampak tersebut berupa gelombang laut kategori sedang di sejumlah perairan, yakni perairan Kepulauan Talaud, Laut Maluku, perairan utara Papua, dan Samudra Pasifik utara Papua.
BMKG juga memantau sirkulasi siklonik yang berada di Laut Andaman, perairan utara Kalimantan Barat, dan Laut China Selatan.
Keberadaan sirkulasi siklonik tersebut dapat meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di wilayah sekitarnya.
BMKG mengingatkan masyarakat agar mewaspadai potensi gelombang laut setinggi 2,5 hingga 4 meter di sejumlah perairan Indonesia.
Potensi gelombang tinggi tersebut mencakup Samudra Hindia barat Kepulauan Mentawai hingga Lampung, serta Samudra Hindia selatan Banten hingga Nusa Tenggara Timur. Selain itu, gelombang tinggi juga berpotensi terjadi di Laut Maluku dan Samudra Pasifik utara Maluku hingga Papua Barat Daya.
Karena itu, masyarakat perlu mencermati informasi cuaca maritim dari BMKG sebelum beraktivitas di kawasan pesisir dan perairan. Dengan mengikuti perkembangan peringatan resmi, masyarakat dapat mengantisipasi potensi perubahan kondisi laut di wilayah masing-masing. (ANTARA)
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media