Nasional . 20/10/2026, 09:00 WIB
Penulis : Afdal Namakule | Editor : Afdal Namakule
fin.co.id - Anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) Rocky Gerung melontarkan pernyataan tajam mengenai pemberantasan korupsi di lingkungan pemerintahan. Ia menyebut Istana sebagai sarang korupsi dan mengibaratkan Presiden Prabowo Subianto sebagai Ghostbuster atau pembasmi.
Rocky mengungkapkan, salah satu alasan dirinya masuk ke lingkungan Istana adalah untuk ikut mengejar dan memberantas koruptor yang dinilainya masih bersembunyi di balik birokrasi dan regulasi.
"Kenapa saya masuk? Buat ngejar sesuatu yang seharusnya sudah punah, yaitu koruptor" ujar Rocky Gerung dalam dialog yang dikutip dari Instagram tvonenews, Selasa 20 Oktober 2026.
Rocky kemudian menggunakan analogi ilmu kedokteran untuk menjelaskan bagaimana koruptor seharusnya menyikapi keberadaan mereka di dalam sistem pemerintahan.
Ia menyinggung mekanisme apoptosis, yakni proses kematian sel terprogram yang menjadi bagian dari mekanisme alami tubuh untuk menjaga keseimbangan dan kesehatan jaringan.
Menurut Rocky, sel yang mengalami kerusakan dapat menjalani proses tersebut agar tidak mengganggu sel-sel sehat. Ia lantas membandingkan mekanisme itu dengan perilaku koruptor yang semestinya menyadari kesalahan mereka.
Namun, menurutnya, para koruptor justru tidak menunjukkan sikap tersebut. Mereka dinilai memilih bertahan dan berlindung di balik berbagai struktur kekuasaan, termasuk birokrasi dan regulasi.
"Harusnya dia (Koruptor) tahu diri bahwa dia sudah diinjak oleh mahasiswa. Dia sembunyi di birokrasi, dia sembunyi di regulasi. Di mana? Di istana. Karena itu istana adalah sarang korupsi" cetus Rocku Gerung.
Atas dasar itu, Rocky menegaskan bahwa keberadaannya di Istana berkaitan dengan upaya mengejar pihak-pihak yang disebutnya sebagai koruptor. Ia kembali menggunakan analogi medis untuk menggambarkan langkah yang menurutnya diperlukan guna menemukan mereka yang bersembunyi di dalam sistem.
"Saya bawa kateter. Saya bawa pil nuklir supaya tahu dia sembunyi di mana. Jadi saya masuk ke sarang korupsi, sarang koruptor. Tulis bahwa istana sarang korupsi. Memang begitu. Ghostbuster-nya adalah Prabowo Subianto" ujar Rocky Gerung.
Dalam pernyataannya, Rocky menggambarkan Prabowo sebagai sosok yang diharapkan mampu memburu dan menindak koruptor di lingkungan pemerintahan. Istilah Ghostbuster digunakan sebagai kiasan untuk menggambarkan upaya membersihkan kekuasaan dari praktik korupsi.
Rocky juga menyinggung penindakan terhadap orang-orang yang disebutnya dekat dengan Presiden. Ia menggunakan hal tersebut untuk menanggapi anggapan bahwa Prabowo tidak serius dalam pemberantasan korupsi.
"Jadi kalau dibilang bahwa presiden tidak memberantas korupsi, bahkan teman dekatnya kepala BGN disikat karena nggak mau apoptosis" ungkapnya. *
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media